Image

Militan Myanmar Sebut 10 Orang yang Dibunuh Militer adalah Warga Tak Berdosa

Rufki Ade Vinanda, Jurnalis · Sabtu 13 Januari 2018 21:09 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2018 01 13 18 1844517 militan-myanmar-sebut-10-orang-yang-dibunuh-militer-adalah-warga-tak-berdosa-ViAkzdA9eQ.jpg Pengungsi Rohingya di Bangladesh. (Foto: Reuters)

YANGON - Gerilyawan Muslim Rohingya yang dikenal sebagai Arakan Rohingya Salvation Army (ARSA) menyatakan, bahwa sepuluh orang yang dibunuh oleh militer adalah warga tak berdosa. Pihak ARSA mengonfirmasi jika mereka yang tewas dan dikubur secara masal itu bukanlah bagian atau anggota mereka.

Sebagaimana diketahui, pada awal pekan ini,Kantor Kepala Staf Militer Myanmar akhirnya mengakui pihaknya ambil bagian dalam pembunuhan 10 orang etnis Rohingya pada September 2017. Hal ini menjadi sebuah pengakuan yang langka atas kesalahan militer Myanmar selama operasi mereka di Negara Bagian Rakhine.

BACA JUGA: Militan Rohingya Klaim Telah Lakukan Penyerangan terhadap Pasukan Keamanan Myanmar

"Kami dengan ini menyatakan bahwa sepuluh warga yang ditemukan di kuburan massal di Tragedi Desa Inn Din adalah warga sipil Rohingya yang tidak berdosa dan bukanlah bagian dari ARSA maupun asosiasi dengan ARSA," terang pihak ARSA melalui Twitter resmi mereka sebagaimana dilansir dari Reuters, Sabtu (13/1/2018).

Konflik di Rakhine pecah setelah ARSA menyerang pos penjagaan pasukan keamanan. Serangan ini kemudian memicu adanya operasi militer yang berakhir dengan kekerasa terhadap warga Rohingya yang tidak berdosa.

Sementara itu, Juru Bicara Pemerintah Myanmar, Zaw Htay menanggapi hal tersebut dengan ketidakpercayaan atas pernyataan ARSA.

"Teroris dan penduduk desa kadang bersekutu dalam serangan terhadap pasukan keamanan. Kami telah mengatakan bahwa sangat sulit untuk memisahkan siapa teroris dan penduduk desa yang tidak bersalah. Akan ada proses investigasi apakah mereka anggota ARSA atau tidak," terang Htay.

BACA JUGA: Militer Myanmar Akui Membunuh 10 Orang Etnis Rohingya

Sebelumnya, pihak ARSA juga telah mengumumkan bahwa mereka bertanggungjawab atas penyerangan terhadap pasukan keamanan Myanmar. ARSA menegaskan hal tersebut dilakukan sebagai bentuk perjuangan hak politik Rohingya, yang telah menghadapi penindasan sistematis di sebagian besar negara Budha tersebut selama bertahun-tahun.

(rav)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini