nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Bertemu di Casablanca, Pimpinan Sekutu Bahas Rencana Akhiri PD II

Griska Laras Widanti, Jurnalis · Minggu 14 Januari 2018 06:05 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2018 01 13 18 1844558 bertemu-di-casablanca-pimpinan-sekutu-bahas-rencana-akhiri-pd-ii-3PTCNWNYHN.jpg PM Inggris, Winston Churchill dan Presiden Roosevelt. (Foto: History)

PADA 14 Januari 1943, Perdana Menteri Inggris, Winston Churchil dan Presiden AS, Franklin D. Roosevelt melakukan pertemuan di Casablanca, Maroko. Pertemuan itu dilangsungkan guna mendiskusikan strategi dan fase perang selanjutnya dari Perang Dunia II.

Invasi Jerman di Afrika Utara yang sukses manghancurkan pasukan Perancis memaksa diadakannya pertemuan antara Roosevelt dengan Churchill. Sebenarnya Pemimpin Uni Soviet—Joseph Stalin, juga diundang untuk hadir, tetapi ia menolak datang.

Pertemuan itu menjadi perjalanan pertama Presiden AS keluar dari wilayahnya selama Perang Dunia II.

Kedua pemimpin negara membahas strategi militer, kebijakan diplomasi dan cara terbaik mengakhiri perang. Penghancuran patroli kapal selam U-boat milik Nazi di Laut Atlantik menjadi prioritas bahasan. Mereka pun menyusun strategi misi pengeboman gabungan untuk menghancurkan Jerman.

Perundingan tersebut menghasilkan sebuah deklarasi kontroversial yang dikenal sebagai ‘Deklarasi Casablanca’. Isinya menyatakan bahwa sekutu hanya akan menerima penyerahan tak bersyarat dari negara-negara Axis Power (Jerman, Italia, dan Jepang). Kebijakan itu memicu kekhawatiran berbagai pihak karena hanya menyisakan sedikit ruang untuk melakukan manuver politik.

Konferensi itu dilakukan secara rahasia, bahkan surat kabar pun ikut menyembunyikannya hingga peserta meninggalkan Maroko pada 27 Januari. Pemimpin pemerintahan Perancis, Jenderal Charles de Gaulle dan Jenderal Henri Giraud turut hadir dalam pertemuan itu.

(rav)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini