nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Dua Pria AS Diringkus Polisi Setelah Nikahi Anak Berusia 8 dan 4 Tahun

Rufki Ade Vinanda, Jurnalis · Minggu 14 Januari 2018 03:03 WIB
https: img.okeinfo.net content 2018 01 13 18 1844566 dua-pria-as-diringkus-polisi-setelah-nikahi-anak-berusia-8-dan-4-tahun-YMGgnqRoJt.jpg Salah satu pelaku bernama John Coltharp. (Foto: County Sherrif)

UTAH - Dua orang pria di Utah, Amerika Serikat (AS) ditahan polisi karena menikahi anak-anak. John Coltharp dan Samuel Shaffer menghadapi berbagai tuduhan terkait seksual dan penculikan. Kedua pria tersebut diketahui menikahi anak perempuan satu sama lain yakni John menikahi anak Samuel dan sebaliknya.

"Sam menikahi anak perempuan John yang berusia delapan tahun dan Sam menikahi anak perempuan John yang berusia empat tahun," terang Jaksa setempat, Kevin Daniels sebagaimana dikutip dari IBTimes, Minggu (13/1/2018).

BACA JUGA: Serbu Penjara, Pengikut Sekte di Kongo Bebaskan Nabinya yang Ditahan

Belakangan, diketahui jika John dan Sam yang masing-masing berusia 33 dan 34 tahun itu melakukan hal tersebut karena mereka tengah membentuk sebuah sekte (sebuah kelompok keagamaan atau politik yang memisahkan diri dari kelompok yang lebih besar). Sekte tersebut mereka namai denga Knights of the Crystal Blade yang menganut paham poligami dan berbagai praktik seksual lainnya.

"Di masa lalu, Sam mengaku ia adalah seorang nabi dan ada beberapa wahyu yang datang padanya. Tapi perilaku yang menyimpang dan pernikahan terhadap anak akan menjadi fokus kita," imbuh Daniels.

Kejahatan kedua pria tersebut terungkap menyusul laporan anak hilang pada September lalu yang diajukan oleh ibu dua anak malang tersebut. Salah satu pelapor, Micha Soble mengatakan kepada polisi bahwa anak perempuannya beserta kedua putranya menghilang dari rumah mereka.

BACA JUGA: China Eksekusi Mati Penganut Sekte Sesat

Pafa polisi, Soble mengaku telah menaruh kecurigaan pada ayah anaknya John sebagai pelaku penculikan. Pasangan ini diketahui telah berpisah dan John tak memiliki hak asuh terhadap anak-anaknya. Meski telah ditahan, para pelaku menolak untuk memberitahu di mana keberasaan anak.

Beruntung, polisi berhasil menemukan gadis-gadis kecil malang itu yang tersembunyi dalam tong air dalam kondisi lapar dan kedinginan.

Pernikahan dimaksudkan sebagai sebuah bentuk pemujaan dan bertujuan untuk menarik lebih banyak pengikut sekte.

(rav)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini