Image

KPU: Calon Kepala Daerah Asal TNI-Polri Aktif Mengalami Kenaikan di 2018

Arie Dwi Satrio, Jurnalis · Sabtu 13 Januari 2018, 11:05 WIB
https: img.okeinfo.net content 2018 01 13 337 1844445 kpu-calon-kepala-daerah-asal-tni-polri-aktif-mengalami-kenaikan-di-2018-pOAYFPEFBi.jpg Diskusi Polemik MNC Trijaya FM. (Foto: Arie Dwi Satrio/Okezone)

JAKARTA – Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Arief Budiman melihat ada kenaikan tren bakal calon kepala daerah asal Tentara Nasional Indonesia (TNI) dan anggota Kepolisian Republik Indonesia (Polri) aktif yang maju di Pilkada Serentak 2018.

Bakal calon kepala daerah dari TNI dan Polri Aktif ini telah tercatat di KPU lebih banyak dari tahun lalu.‎ Arief mengatakan, pada pilkada sebelumnya memang ada calon kepala daerah dari kalangan TNI-Polri yang ikut meramaikan pesta demokrasi di daerah, tapi mereka sudah tidak aktif.

"Jumlah TNI-Polri aktif juga mengalami kenaikan tren pada Pilkada 2018. Sebelumnya memang ada, tapi sudah tidak aktif," kata Arief dalam Diskusi Polemik MNC Trijaya FM di Rumah Makan Warung Daun, Cikini, Jakarta Pusat, Sabtu (13/1/2018).

(Baca: Usulan Kapolri soal Proses Hukum Cakada Ditunda Selama Pilkada Tak Disepakati DPR)

Tidak hanya tren kenaikan bakal calon kepala daerah asal TNI-Polri yang mengalami kenaikan pada Pilkada Serentak 2018, Arief juga menilai ada peningkatan yang cukup signifikan untuk bakal calon kepala daerah dari kalangan wanita.

‎"Tren kenaikan jumlah paslon tunggal itu naik, calon berjenis kelamin perempuan itu naik juga, naik dari sebelumnya," ‎terangnya.

Arief membeberkan, pada kontestasi Pilkada Serentak 2018 juga akan diramaikan bakal calon kepala daerah dari aparatur sipil negara (ASN)‎. KPU mencatat ada sekira 50 persen ASN mendaftarkan diri maju sebagai bakal calon kepala daerah.

"Nah, ini KPU diperintahkan oleh mahkamah harus menciptakan lebih dari satu paslon. Harapannya membuka kesempatan membuka paslon baru, oleh karenanya KPU membuka selebar-lebarnya," pungkasnya.

(han)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini