Image

Demi Modal Nikah, 5 Remaja Bersekongkol Rampok Taksi di Tangsel

Hambali, Jurnalis · Minggu 14 Januari 2018, 00:32 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2018 01 13 338 1844612 demi-modal-nikah-5-remaja-bersekongkol-rampok-taksi-di-tangsel-ap7WjTaZIf.jpg ilustrasi (dok okezone)

TANGERANG SELATAN – Lima remaja nekat bersekongkol melakukan perampokan terhadap seorang sopir taksi di Jalan Graha Raya, Parigi Lama, Pondok Aren, Tangerang Selatan (Tangsel). Nantinya, mereka akan menggunakan uang hasil kejahatan itu untuk modal menikah.

Para pelaku masing-masing terdiri atas tiga laki-laki berinisial, SA (18), IA (15), A (17), serta dua perempuan berinisial RL (13) dan LA (19). Skenario jahat itu sendiri dilakukan pada Jumat 12 Januari 2018 dini hari.

Mereka berpura-pura sebagai penumpang, lalu menyetop taksi yang dikemudikan korban, M Syaiful (38), di daerah Pondok Kopi, Jakarta Timur, dengan tujuan Stasiun Jombang, Ciputat, Tangsel.

"Mereka semua bersekongkol. Uang hasil kejahatan akan digunakan oleh pelaku untuk modal nikah," terang AKP Ahmad Alexander Yurikho Hadi, Kasatreskrim Polres Tangsel, Sabtu (13/1/2018).

Begitu sampai di Stasiun Jombang, Ciputat, dua penumpang perempuan ditemani 2 penumpang laki-laki lantas turun dan menuju ke suatu gang dekat stasiun. Satu penumpang lainnya tetap berada di dalam taksi.

Beberapa saat kemudian, kedua penumpang laki-laki kembali ke mobil dan meminta sopir terus melaju tanpa menyebut tujuan berikutnya. Saat melintas di Jalan Graha Raya yang terbilang sepi sekira pukul 02.30 WIB, ketiga pelaku meminta mobil berhenti.

"Korban langsung dipukuli tiga pelaku, dengan menggunakan sebuah batu yang telah dipersiapkan para pelaku sewaktu turun di Stasiun Jombang," jelas Alex.

Beruntung saat peristiwa terjadi, secara kebetulan anggota Bhabinkamtibmas Polsek Pondok Aren, Brigadir Yamin, tengah melintas. Curiga dengan kejadian di hadapannya, anggota Polsek Pondok Aren itu lantas menghampiri. Singkat kata, terjadilah pergumulan antara dirinya dengan para pelaku.

"Meski membawa pistol, tapi Brigadir Yamin memilih tangan kosong untuk membekuk para pelaku. 1 orang (SA) di tangkap saat kejadian, sedang IA, RL, LA ditangkap di Jakarta Timur, sementara pelaku A dibekuk di daerah Jakarta Barat," imbuhnya.

Polisi menyita sejumlah barang bukti terkait kejahatan para pelaku, yaitu hasil Visum Et Repertum korban, sebuah batu, seunit mobil taksii Toyota Vios Limo milik korban, baju korban bernoda darah, dan baju para tersangka.

"Kita berkoordinasi dengan P2TP2A (Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan dan Anak) dan Bapas (Balai Pemasyarakatan), karena pelaku masih berstatus anak," tukas Alex.

Atas perbuatannya, para pelaku akan dijerat Pasal 365 KUHP dan atau Pasal 170 KUHP tentang Pencurian dengan Kekerasan secara bersama-sama dan atau Percobaan Pencurian dengan Kekerasan dan Pengeroyokan, ancaman hukumannya mencapai 12 tahun penjara.

 

(erh)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini