nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Cuaca Ekstrem Terjadi di Kalbar Akibat Siklon 'TC Joyce' dalam 2 Hari ke Depan

Ade Putra, Jurnalis · Sabtu 13 Januari 2018 02:40 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2018 01 13 340 1844383 cuaca-ekstrem-terjadi-di-kalbar-akibat-siklon-tc-joyce-dalam-2-hari-ke-depan-A1k3rF9fjp.jpg Ilustrasi (Dok.Okezone)

PONTIANAK - Dua hari terakhir memang terjadi hujan lebat di sebagian besar wilayah Kalimantan Barat (Kalbar). Kondisi ini karena adanya Siklon Tropis di Australia bernama ‘TC Joyce’ sehingga mengakibatkan daerah pertemuan angin yang memanjang dari Sumatra, Kalbar hingga Laut Jawa.

Kepala Seksi Data dan Informasi Stasiun Meteorologi Kelas I Supadio Pontianak, Sutikno menerangkan, massa udara dari Samudra Pasifik dan Samudra Hindia di sebelah barat Pulau Sumatera bertemu di sekitar Pulau Sumatra sampai Kalimantan Barat.

“Pola pertemuan angin itu menyebabkan pertumbuhan awan hujan di sebagian besar wilayah Kalbar. Jadi, kelembaban udara yang tinggi juga mendukung proses pertumbuhan awan hujan,” ujarnya, Jumat 12 Januari 2018.

Ia melanjutkan, kondisi suhu muka laut yang hangat (28oC-29oC), serta anomali suhu muka laut 0oC-0.5oC yang artinya terdapat kenaikan nilai suhu muka laut hingga 0.5oC dari kondisi normalnya di sepanjang perairan sebelah barat Kalbar, menjadikan proses pembentukan awan akan semakin meningkat.

“Wilayah dengan hujan lebat dua hari terakhir ini diantaranya di Kabupaten Sambas, Bengkayang, Landak, Mempawah, Kubu Raya, Kayong Utara, Kapuas Hulu dan Kota Singkawang,” papar Sutikno.

Kejadian hujan, lanjut dia, sangat tinggi yaitu 212 mm terjadi di wilayah sekitar Stasiun Meteorologi Paloh, Sambas pada tanggal 11 Januari 2017. Pada lokasi yang sama sehari sebelumnya juga terjadi hujan lebat 59 mm, sehingga jika diakumulasikan curah hujan di Paloh dalam dua hari terakhir ini 271 mm.

“Ini nilai yang cukup besar untuk memicu terjadinya banjir di sana,” terangnya.

Sebelumnya, kata Sutikno, BMKG Stasiun Meteorologi Supadio Pontianak lanjut dia, telah mengeluarkan peringatan dini harian pada tanggal 9 dan 10 Januari 2018 yaitu potensi hujan lebat yang bisa memicu terjadinya banjir di pesisir barat Kalbar.

(ulu)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini