nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Pohon Tumbang Akibat Angin Kencang Tewaskan Bocah 12 Tahun

Ade Putra, Jurnalis · Sabtu 13 Januari 2018 21:04 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2018 01 13 340 1844590 pohon-tumbang-akibat-angin-kencang-tewaskan-bocah-12-tahun-6BIX7OJfkE.jpg ilustrasi

KUBU RAYA - Hujan deras disertai anging kencang yang menerjang Kalimantan Barat beberapa hari ini menyisakan peristiwa yang menyedihkan bagi keluarga Nita dan Johansyah. Pasangan suami istri yang tinggal di Dusun Sepakat, Desa Sungai Kupah, Kecamatan Sungai Kakap, Kabupaten Kubu Raya itu harus kehilangan buah hatinya yang masih berusia 12 tahun yang meninggal karena atap kamar tidurnya tertimpa pohon tumbang.

Kejadian bermula pada Jumat 12 Januari 2016 dini hari kemarin, tiba-tiba pohon kelapa yang berada di dekat rumah Johan tumbang akibat kuatnya terjangan angin. Nahasnya, pohon berukuran besar itu menimpa rumah tepat pada bagian kamar tidur anak tersebut. Akibatnya, Elisa Kanardi, anak pasangan ini, tewas tertimpa material bangunan rumah yang runtuh setelah ditimpa batang pohon kelapa tersebut.

Kapolsek Sungai Kakap AKP Prayitno membenarkan kejadian itu. Ia menjelaskan, sebelum kejadian kondisi cuaca memang sedang hujan deras disertai angin kencang. Kala itu, Nita dan Elysa memang tidur di kamar itu. Sedangkan Johan tidur di ruang tengah yang biasa dipakai untuk kumpul keluarga dan menonton.

“Saat itu, pohon kelapa tiba-tiba tumbang dan menimpa rumah bagian kamar yang di dalamnya ada anak dan istri Johan. Kayu bangunan kamar langsung runtuh dan menimpa tubuh Elysa, anaknya Johan yang saat itu tengah tidur dengan posisi tengkurap,” jelas Prayitno, Sabtu (13/1/2018).

Ia melanjutkan, karena tertindih, Elysa tidak bisa bergerak dan tak bisa bernafas. Warga yang mengetahui kejadian itu, bergegas membatu mengevakuasi korban dari himpitan bahan bangunan rumah tersebut. Memakan waktu setengah jam korban baru bisa dikeluarkan dari reruntuhan bangunan rumah itu.

“Setelah berhasil dikeluarkan, selanjutnya korban dibawa ke Puskesmas Sungai Kakap oleh ibunya. Namun saying, korban tidak dapat diselamatkan lagi,” tuturnya.

Hasil pemeriksaan tim medis, korban mengalami luka lebam di bagian pinggang, paha, tangan dan muka. “Kami sudah mengamankan lokasi dan membantu warga memindahkan bekas reruntuhan itu. Kami juga turut prihatin atas kejadian ini,” tutupnya.

(aky)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini