nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Kerap Ditekan AS, Iran Tegas Tak Akan Ubah Kesepakatan Nuklir

Putri Ainur Islam, Jurnalis · Minggu 14 Januari 2018 21:05 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2018 01 14 18 1844792 kerap-ditekan-as-iran-tegas-tak-akan-ubah-kesepakatan-nuklir-UZyB9GGTm8.jpg Nuklir Iran. (Foto: Reuters)

TEHERAN - Kementerian Luar Negeri (Kemlu) Iran mengatakan bahwa Republik Islam Iran tidak akan pernah menyerah pada tekanan Amerika Serikat yang berusaha melakukan negosiasi ulang kesepakatan nuklir 2015.

Presiden Amerika Serikat Donald Trump sekali lagi harus memperpanjang keringanan yang diwajibkan di bawah kesepakatan yang dicapai oleh lima anggota tetap Dewan Keamanan ditambah Jerman, Uni Eropa (UE), dan Iran, yang secara resmi disebut sebagai Rencana Aksi Menyeluruh Gabungan (JCPOA), kata Kementerian Luar Negeri dalam sebuah pernyataan.

BACA JUGA: Trump Akan Cabut Kesepakatan Nuklir Iran dalam Waktu Dekat

Iran yang bersikukuh dalam hal nuklir dan dukungan internasional untuk kesepakatan tersebut telah menghalangi upaya Trump dan Israel untuk mengakhiri kesepakatan ini atau membuat perubahan terhadapnya.

"Republik Islam Iran menekankan dengan jelas bahwa hal itu tidak akan mengambil tindakan apa pun selain komitmennya terhadap JCPOA dan juga tidak akan menerima perubahan perjanjian ini sekarang atau kapan pun di masa depan. Hal ini juga tidak akan memungkinkan JCPOA untuk dihubungkan dengan masalah lainnya," ungkap pihak Kemlu Iran, dilansir oleh Xinhua, Minggu (14/1/2018).

Trump mengatakan bahwa dia akan memperpanjang sanksi terhadap Iran di bawah kesepakatan nuklir 2015 untuk terakhir kalinya. Ia juga mengancam penarikan Amerika Serikat dari kesepakatan penting tersebut. Presiden Negeri Paman Sam itu juga menyatakan tidak akan mengesampingkan sanksi agar tetap berada dalam kesepakatan nuklir Iran.

BACA JUGA: Uni Eropa Kecam Keputusan Trump yang Terkait Kesepakatan Nuklir Iran

Sebagaimana diberitakan, Trump terus-menerus mengkritik JCPOA yang ditandatangani oleh China, Rusia, Inggris, Prancis, Amerika Serikat, dan Iran pada 2015. Kesepakatan tersebut mengatakan bahwa negara Barat berjanji untuk meringankan sanksi terhadap Teheran dengan imbalan Iran berupaya untuk menghentikan mengembangkan senjata nuklir.

Presiden Iran Hassan Rouhani pun mengatakan bahwa negaranya tidak akan menghentikan program pengembangan rudal karena pihaknya merasa tidak melanggar peraturan internasional apabila dimaksudkan untuk tujuan pertahanan.

"Kami telah membangun, sedang membangun, dan akan terus membangun rudal nuklir. Ini tidak melanggar kesepakatan internasional," ungkap Rouhani dalam pidato di televisi ke parlemen beberapa waktu silam.

(pai)

(rfa)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini