Image

Istri Presiden Prancis Ungkap sang Suami Pernah Tulis Novel Dewasa Berdasarkan Kisah Mereka

Putri Ainur Islam, Jurnalis · Senin 15 Januari 2018 01:05 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2018 01 14 18 1844796 istri-presiden-prancis-ungkap-sang-suami-pernah-tulis-novel-dewasa-berdasarkan-kisah-mereka-7pvJzAA9R5.jpg Presiden Prancis Emmanuel Macron dan istrinya, Brigitte Macron. (Foto: Reuters)

PARIS - Sebuah biografi baru dari Ibu Negara Prancis, Brigitte Macron, mengatakan bahwa suaminya menulis sebuah novel dewasa yang penuh semangat yang terinspirasi oleh kisah cinta mereka, yaitu ketika Emmanuel Macron masih remaja dan dia adalah guru drama yang sudah menikah.

Presiden Prancis, Emmanuel Macron, yang berusia 40 pada Desember 2017, jatuh cinta dengan Brigitte saat latihan untuk sebuah drama di sekolah tinggi di Amiens. Macron pun rela melawan ketidaksetujuan orangtuanya untuk menjalin hubungan dengan seorang wanita yang berusia 24 tahun lebih tua darinya.

Dilansir dari The Guardian, Senin (15/1/2018), biografi yang berjudul ‘Brigitte Macron, The Liberated Woman’ akan segera diterbitkan. Biografi setebal 300 halaman tersebut diketik sendiri oleh Brigitte.

Salah seorang sumber menyatakan bahwa Brigitte tidak menyimpan salinan dari novel dewasa karya Macron tersebut. Namun Macron bukanlah menjadi satu-satunya politisi Prancis saat ini yang mencoba menguasai sastra dewasa.

Pada 2011, Édouard Philippe, turut menulis Dans l'ombre (Dalam Bayang-Bayang), sebuah film thriller politik yang dicampur dengan pertemuan yang berapi-api. Menteri Keuangan, Bruno Le Maire, telah menulis sebuah novel berjudul Le Ministre (Menteri), yang mencakup adegan yang berapi-api antara sang menteri dan istrinya di Venesia.

Ambisi sastra Macron sudah terlihat sejak ia masih sangat muda. Macron pun diketahui telah menulis setidaknya dua karya yang tidak dipublikasikan sebelum membuat sebuah buku berjudul ‘Revolution’ selama kampanye pemilihannya.

Macron pernah mengatakan kepada majalah mingguan Le Point bahwa dia tidak mencari penerbit untuk karya-karya sebelumnya karena ia tidak senang dengan para penerbit. Dalam sebuah artikel terpisah untuk majalah yang sama, ditanya oleh penulis Prancis Philippe Besson apakah dia menyesal tidak menjadi penulis, Macron menjawab: "Hidupku belum selesai"

(pai)

(rfa)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini