Image

Tewasnya Seorang Wartawan Menambah Kasus Pembunuhan terhadap Jurnalis di Meksiko

Agregasi Antara, Jurnalis · Senin 15 Januari 2018 03:05 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2018 01 14 18 1844801 tewasnya-seorang-wartawan-menambah-kasus-pembunuhan-terhadap-jurnalis-di-meksiko-0S0zVBRd4m.jpg Foto-foto jurnalis di Meksiko yang tewas terbunuh. (Foto: Reuters)

MEXICO CITY - Seorang wartawan di Tamaulipas, negara bagian di Meksiko utara. Hal tersebut menambah gelombang kekerasan di salah satu negara yang paling berbahaya bagi pekerja media.

Wartawan yang diketahui bernama Carlos Dominguez dibunuh pada Sabtu 13 Januari siang di kota Nuevo Laredo, kata para pejabat negara bagian itu dalam sebuah pernyataan. Kantor Kejaksaan Agung telah melancarkan proses investigasi untuk menentukan motif dari pembunuhan, termasuk apakah hal itu terkait dengan pekerjaan Dominguez.

Dominguez adalah wartawan independen yang menulis sebuah forum politik. Dalam salah satu tulisan yang pernah dibagikan, ia menyebut kekerasan politik berkembang menjelang pemilihan presiden pada Juli 2017.

Gubernur Tamaulipas, Francisco Garcia Cabeza de Vaca, mengutuk pembunuhan itu. Hal tersebut ia sampaikan melalui akun Twitter resmi miliknya.

BACA JUGA: Anggota Kongres Guatemala Diciduk atas Tuduhan Pembunuhan Dua Jurnalis

"Kami sampaikan belasungkawa kepada keluarga wartawan Carlos Dominguez Rodriguez. Komitmen saya kepada mereka dan komunitas wartawan di Tamaulipas ialah pelaku pembunuhan ini harus dihukum," ungkap de Vaca.

Sedikitnya 67 jurnalis terbunuh di seluruh dunia dalam kaitan dengan pekerjaan mereka pada 2017, menurut Reporters Without Borders, sebuah grup advokasi. Grup tersebut juga menyebut Meksiko negara paling berbahaya bagi wartawan di jagad belahan barat.

Selain itu, terjadi sebuah penangkapan anggota Kongres Guatemala. Hal tersebut disampaikan oleh kejaksaan Agung Guatemala. Anggota Kongres yang ditangkap bernama Julio Juarez Ramirez dan dituduh merencanakan pembunuhan dua wartawan pada 2015.

Para jaksa dan penyelidik Komisi Internasional terhadap Impunity di Guatemala mengatakan politisi itu mengatur serangan terhadap wartawan Danilo Efran Zapon Lopez dan Federico Benjamin Salazar Geranimo, yang dibunuh pada maret 2015.

"Dia yang tidak melakukan apa-apa tidak akan takut apa-apa, itu sebabnya saya ada di sini atas nama Tuhan, yang akan membersihkan semuanya. Bicaralah dengan pers Suchitepéquez dan Anda akan menyadari bahwa saya tidak pernah, tidak pernah memiliki masalah dengan pers," ungkap Ramirez.

Pada Desember 2017, Juarez diberi sanksi oleh US Treasury berdasarkan Global Magnitsky Human Rights Accountability Act atas tuduhan dalam serangan tersebut. Media lokal melaporkan pada 2015 bahwa Juarez menyebut dirinya sebagai teman dari salah satu korban dan mengakui bertemu wartawan itu pada hari ia terbunuh.

"Karena itu mereka ingin menyelidiki saya, tetapi saya bebas dari keterlibatan dengan dia," tukas Juarez kepada media lokal.

(pai)

(rfa)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini