Image

Ajukan Justice Collaborator, Setya Novanto Harus Kooperatif

Achmad Fardiansyah , Jurnalis · Minggu 14 Januari 2018 07:28 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2018 01 14 337 1844644 ajukan-justice-collaborator-setya-novanto-harus-kooperatif-8UGfrHt9oT.jpg (Foto: Antara)

JAKARTA – Aktivis anti korupsi dari Masyarakat Anti Korupsi Indonesia (MAKI) meminta Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) agar tidak mudah menyetujui permohonan terdakwa kasus korupsi e-KTP Setya Novanto menjadi justice collaborator (JC) atas perkaranya.

"Menurut saya sementara tolak saja dulu (permohonan SN)," kata Koordinator MAKI Boyamin Saiman kepada Okezone, Minggu (15/1/2018).

Ia menilai, Setya Novanto harus kooperatif bila ingin menjadi justice collaborator. Berdasarkan pengamatannya di persidangan, belum tampak ada gelagat Setya Novanto untuk menjadi justice collaborator.

"Karena saya nonton pas sidang pertama Pak SN itu masih belum menunjukkan bahwa dia ini jadi justice collaborator. Karena saat sidang ada tiga saksi yang berkaitan dengan aliran uang di Singapura barter dollar, dia ngomong tidak tahu transaksi itu dan tidak ngerti apa-apa tentang transaksi itu. Padahal di situ ada keponakannya Irfan," bebernya.

"Artinya kan KPK sudah punya data dokumen dan alur gitu bahwa uang tersebut ada rangkainnya dengan pak SN. Kalau dia mengaku pada sidang pertama kemaren baru diterima JC-nya. Tampaknya dia masih dengan pola lama tidak tau tidak kenal," ucapnya.

(Baca Juga: Setya Novanto Ajukan Justice Collaborator, Mahyudin: Buka Saja Semua!)

Boyamin mengungkap syarat menjadi status JC, harus memenuhi beberapa kategori mulai dari pengakuan, kooperatif, dan membongkar kasus.

"Selain mengakui perbuatannya dan kooperatif, tapi kalau Pak SN dua itu tidak memenuhi, jadi apa yang dikasihkan (permohonannya),” tutupnya.

(erh)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini