nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

"Teror Predator Anak"

Awaludin, Jurnalis · Minggu 14 Januari 2018 12:48 WIB
https: img.okeinfo.net content 2018 01 14 337 1844694 teror-predator-anak-Rw3eIpcb8A.jpg Delik 'Teror Predator Anak' (Foto: Okezone)

41 anak- anak di Tangerang menjadi korban kekerasan seksual. Pelakunya guru yang mengajari, menemani anak-anak tersebut.

Nyaris bersamaan, di Bandung anak yang baru tumbuh, menjadi “pemeran” video mesum. Ia berlaku bak pria dewasa dengan perempuan dewasa. Direkam, ditonton banyak orang. Ibu si anak memperoleh keuntungan materi dari bayaran sebagai “pemain film”

Kejadian di Bandung dan Tangerang menguatkan tesis bahwa pelaku kekerasan, fisik maupun seksual terhadap anak, orang dekat dengan korban. Salah seorang korban di Tangerang curhat karena sering dirundung rekan sebaya. Sang guru bertindak sebagai pahlawan pelindung. Tidak gratis, si anak menjadi korban pemuas kebiadaban.

Di Bandung alasan ekonomi menjadi pembenar. Korban adalah anak jalanan yang terpaksa mencari uang tambahan. Pergaulan jalanan membuatnya dewasa sebelum waktunya. Keluarga yang seharusnya melindungi, malah menjerumuskannya.

Predator ada di sekitar kita, membuat kekerasan terhadap anak tak pernah berujung. Setiap ada kejadian disikapi dengan reaktif. Kasus pemerkosaan massal terhadap siswa di Bengkulu 2016, memicu kemarahan publik, dijawab pemerintah dan dpr dengan perppu kebiri. Setahun lebih, hukuman keras itu belum memakan korban.

Justru korban anak terus berjatuhan. Tak hanya fisiknya yang ternoda, Jiwa mereka, anak-anak yang kehidupannya masih panjang itu, juga ternoda.

Sampai kapan?

Saksikan Delik “Teror Predator Anak” minggu tengah malam, hanya di RCTI.

(Ari)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini