Image

Polisi Selidiki Penyebab Tabrakan Kereta dengan Mobil di Tangsel

Hambali, Jurnalis · Minggu 14 Januari 2018, 15:00 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2018 01 14 338 1844717 polisi-selidiki-penyebab-tabrakan-kereta-dengan-mobil-di-tangsel-DcXyX536ax.jpg Ilustrasi kecelakaan kereta (Foto: Shutterstock)

TANGSEL - Polisi mengusut dugaan adanya tindak kelalaian penyebab kecelakaan Kereta Api bermuatan batu bara dengan mobil Daihatsu Terios berisi 6 penumpang di perlintasan Kampung Pladen, RT 01 RW 05, Pondok Ranji, Ciputat Timur, Tangerang Selatan (Tangsel).

Kasatreskrim Polres Tangsel, AKP Ahmad Alexander Yurikho Hadi menuturkan, akan ada tersangka atas dugaan tindak pidana kelalaian yang menyebabkan meninggalnya orang lain dari kecelakaan tersebut.

"Penyidik Satreskrim telah melakukan pengecekan kadar kandungan darah, baik penumpang yang masih dalam perawatan maupun yang meninggal, hasil akan keluar besok," tuturnya, Minggu (14/1/2018).

Kecelakaan tersebut terjadi pada Sabtu 13 Januari 2018 pagi sekira pukul 04.00 WIB. Tiga penumpang Terios tewas mengenaskan, sementara satu orang kritis dan dua lainnya luka-luka.

(Baca Juga: Mobil Berisi 6 Penumpang Tersambar Kereta di Tangsel, 3 Orang Tewas)

Perlintasan tempat kejadian perkara memang tidak dipasang palang perlintasan. Sehingga membuat lalu lintas pengendara yang melewati jalur rel kereta api menjadi sangat berbahaya.

Bila merujuk Undang-Undang (UU) Nomor 23 Tahun 2007 tentang Perkeretaapian, maka pihak PT Kereta Api Indonesia (KAI) tidak memiliki wewenang atas palang perlintasan. Tanggung jawab tersebut menjadi tugas pemerintah pusat maupun pemerintah daerah melalui dinas terkait.

Sebagaimana ditegaskan pula dalam UU Nomor 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan (LLAJ), Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 72 Tahun 2008 tentang Lalu Lintas dan Angkutan KA, Permenhub Nomor 36 tentang Perpotongan dan Persimpangan Jalan KA dengan Bangunan Lain, serta Peraturan Direktorat Jenderal Perhubungan Darat (Ditjen Hubdat) Nomor.SK/770/KA.401 tentang Pedomanan Teknis Perlintasan Sebidang Jalan dengan Jalur KA.

"Berdasarkan UU Nomor 23 Tahun 2007 tentang Perkeretaapian, pintu perlintasan menjadi tanggung jawab pemda dan pemerintahan pusat, tapi kita butuh keterangan PT KAI juga," tegas Alex. (Baca Juga: Ibu dan Anak Ditemukan Tewas di Parkiran Hotel, Diduga Jatuh dari Lantai 10)

Berikut data korban kecelakaan di perlintasan KA Pondok Ranji, Ciputat Timur.

Korban meninggal:

1. Nazwa (17), Jalan Rusa IV, RT 03 RW 04, Pondok Ranji, Ciputat.

2. Andrian (27), Jalan Sumber Hidup I, RT 06 RW 04, Kedaung, Pamulang.

3. Yulianti (30), Jalan Pendowo Gang H Niin, RT06 RW09, Limo, Depok.

Korban yang kritis di RS Sari Asih Ciputat : 1. Jeniar Mulya, Gang Masjid Darussalam, RT 05 RW 03, Kedaung, Ciputat.

Korban luka-luka:

1. Antoni Ibrahim (22), Jalan Masjid Darussalam, RT 06 RW 04, Kedaung, Pamulang.

2. Nurlaela Fernita (17), Villa Mutiara I Blok A.E Nomor 11, RT 01 RW 04, Sawah Baru, Ciputat.

(Ari)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini