Ketika Alumni 212 Tak Lagi Sejalan dengan Gerindra, PKS dan PAN di Pilgub Sumut

Erie Prasetyo, Jurnalis · Minggu 14 Januari 2018 08:59 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2018 01 14 340 1844662 ketika-alumni-212-tak-lagi-sejalan-dengan-gerindra-pks-dan-pan-di-pilgub-sumut-nTY7xLlPrJ.jpeg

MEDAN - Gerakan Nasional Pengawal Fatwa (GNPF) Ulama atau yang lebih dikenal GNPF MUI Provinsi Sumatera Utara (Sumut) memberikan sikap berseberangan dengan patai politik Gerindra, PKS dan PAN di Pilgub Sumut.

Mulanya 3 partai itu sempat membuat kesepakatan untuk membuat koalisi di 5 Pilgub Jawa Barat, Jawa Tengah, Sumatera Utara, Kalimantan Timur, dan Maluku Utara pada Pilkada Serentak 2018 ini. Kesepakatan itu mulanya mendapat respon positif dari GNPF MUI yang membawa spirit aksi 212.

Di Pilgub Sumut, tiga partai tersebut telah mengusung bakal pasangan calon Gubernur dan Wakil Gubernur Sumut, Edy Rahmayadi – Musa Rajekshah (Ijeck). Namun, selain 3 partai itu, 3 partai lain juga menyusul memberikan dukungan, yakni Golkar, Nasdem dan Hanura.

Dengan bergabungnya, Golkar, Nasdem dan Hanura. GNPF MUI Sumut memberikan sikap dengan mengirimkan surat kepada partai Gerindra, PKS dan PAN pada 6 Januari 2018 lalu.

(Baca Juga: Alumni 212: Tolong PAN, PKS, Gerindra Solid, Jangan Campur dengan Partai Penista Agama)

Berikut isi surat yang dikirim GNPF MUI kepada 3 partai tersebut:

Sehubungan dengan beredarnya informasi, yang kami dapatkan dari Media, terkait dengan dukungan Partai yang kami kategorikan sebagai Partai Pembela Penista Agama yang kemudian mendukung Bakal Calon Gubernur dan wakil Gubernur yang sebelumnya telah di usung oleh Partai GERINDRA , maka dengan ini, kami GNPF Ulama Sumatera Utara menyatakan :

 

1. Spirit 212 dengan Partai Penolak Perppu Ormas harus berbanding lurus dengan Calon Kepala Daerah yang didukung dalam PILKADA SUMUT.

 

2. Menjadi Blunder dan Ambivalen ketika dukungan diberikan kepada Calon Kepala Daerah yang Mendegradasi Spirit 212.

 

3. Ditambah dengan bergabungnya Partai Pendukung Penista Agama telah menghilangkankan kepercayaan umat Islam, Ormas Islam dan Elemen-elemen Islam yang dibawah Koordinasi GNPF Ulama Sumatera Utara kepada Partai Pendukung Spirit212; PAN, PKS dan GERINDRA.

 

4. Jika Partai GERINDRA tetap mengusung bakal calon (Edy – Ijeck) yang direkomendasikan saat ini, maka Partai tersebut akan kehilangan kepercayaan dari GNPF Ulama Sumut dan Ormas yang tergabung didalamnya serta kaum muslimin secara umum.

 

Maka dengan ini, kami dari Gerakan Nasional Pengwal Fatwa Ulama Sumatera Utara, Meminta kepada DPP GERINDRA agar meninjau kembali dan atau menarik dukungannya kepada Bakal Calon yg tidak diterima kaum muslimin Sumatera Utara yang sudah diumumkan sebelumnya.

 

Demikian surat Permohonan ini kami sampaikan. Dengan harapan besar sebagai bagian dari upaya kita bersama dalam memperjuangkan kebangkitan Islam & Kaum Muslimin.

Menanggapi adanya surat yang dikirim kepada 3 partai tersebut, Ketua GNPF MUI Sumut, Heriansyah, mengatakan sampai saat ini tidak pernah menjalin komunikasi politik dengan bakal paslon Edy – Ijeck.

“Kita tidak pernah mendukung calon itu. Sebelumnya juga tidak pernah memberikan dukungan. Kita sangat sayangkan sikap tiga partai itu yang berkoalisi dengan partai yang telah menghilangkan kepercayaan umat islam,” ujar Heriansyah, Sabtu (13/1/2018).

Menurutnya, dari 3 bakal paslon yang maju di Pilgub Sumut, tidak ada yang merepresentasikan spirit 212. Tiga bakal paslon itu adalah, Edy – Ijeck, JR Saragih – Ance (diusung Demokrat, PKB dan PKPI) dan Djarot – Sihar (diusung PDIP dan PPP)

“Tidak ada calon yang merepresentasikan spirit 212 di Pilgub Sumut. GNPF Ulama mengimbau agar jangan Golput. Karena tak elok golput. Kita cari yang paling besar manfaatnya dan yang paling kecil mudaratnya. Kita serahkan ke umat,” kata Heriansyah.

(kha)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini