Image

Akibat Banjir di Bima, Sawah dan Fasilitas Umum Terendam

Agregasi Antara, Jurnalis · Minggu 14 Januari 2018 14:02 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2018 01 14 340 1844713 akibat-banjir-di-bima-sawah-dan-fasilitas-umum-terendam-vtIPrsnxkk.jpg foto: Illustrasi Okezone

BIMA - Sebanyak lima kecamatan di Kabupaten Bima, Nusa Tenggara Barat, diterjang banjir sejak Sabtu 13 Januari 2018 pukul 17.30 WITA hingga saat ini, dan menggenangi sejumlah rumah.

"Banjir tersebut menyebabkan warga mengungsi, rumah, sekolah, sawah dan fasilitas umum terendam serta akses jalan terputus. Namun kami masih melakukan pendataan," kata Kepala Seksi Darurat Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bima, Bambang, Minggu (14/1/2018).

Ia menyebutkan ada 13 desa di 5 kecamatan yang dilanda banjir, yakni Desa Soki, Ngali, Cenggu, dan Runggu di Kecamatan Belo. Sedangkan di Kecamatan Woha, ada tiga desa terdampak banjir, yakni Desa Nisa, Naru, dan Penapali.

Di Kecamatan Palibelo dua desa terendam banjir, yakni Desa Belo, dan Padolo. Begitu juga di Kecamatan Madapangga hanya Desa Monggo, dan Ncand. Banjir di Kecamatan Monta, juga merendam Desa Monta, dan Sie.

Menurut Bambang, banjir tersebut terjadi ketika hujan lebat melanda desa-desa di sekitar DAM Ncera, Kecamatan Belo. DAM Ncera diduga tidak mampu menampung air hujan yang turun selama dua jam sehingga meluap ke pemukiman penduduk dan merendam sawah yang sudah ditanami padi.

"Ketinggian air pada malam hari, mencapai lutut orang dewasa. Tapi pada pagi tadi, air mulai surut dan warga sudah ada yang membersihkan rumah," ujarnya.

 (Baca juga: Banjir Rendam 5 Kecamatan di Bima NTB)

BPBD Kabupaten Bima sudah menyalurkan bantuan logistik ke masyarakat terdampak banjir di 13 desa berupa air mineral, minyak goreng, mi instan, makanan siap saji.

Selain itu, mengerahkan tim untuk membantu membersihkan rumah penduduk dan penyedotan air yang masih menggenangi pemukiman dengan lima unit alat pompa air.

"Rencananya BPBD NTB akan menyalurkan bantuan logistik berupa peralatan keluarga, jeriken air dan kebutuhan dasar lainnya," pungkasnya.

(wal)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini