Image

BMKG Imbau Nelayan Waspadai Hujan Lebat Disertai Petir di Laut Banda

Agregasi Antara, Jurnalis · Minggu 14 Januari 2018, 14:42 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2018 01 14 340 1844724 bmkg-imbau-nelayan-waspadai-hujan-lebat-disertai-petir-di-laut-banda-mLlKekoNX5.jpg foto: Illustrasi

AMBON - Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Stasiun Pattimura Ambon meminta masyarakat mewaspadai potensi hujan lebat disertai petir di Laut Banda, perairan Selatan Pulau Buru hingga Pulau Seram, Kabupaten Maluku Tengah pada beberapa hari ke depan.

"Peluang hujan lebat diserta petir ini karena adanya awan gelap (Cumulonimbus) di lokasi tersebut sehingga kemungkinan bisa mempengaruhi tinggi gelombang," kata Kepala BMKG Stasiun Pattimura Ambon, George Mahubessy, di Ambon, Minggu (14/1/2018).

Karena itu, masyarakat pesisir maupun nelayan di Kepulauan Banda, perairan Pulau Buru maupun Seram hendaknya memperhatikan peringatan dini tersebut guna mengantisipasi kemungkinan terjadi musibah laut yang tidak diinginkan.

"Kondisi cuaca tersebut menyulitkan aktivitas nelayan, apalagi hanya mengandalkan armada tradisional untuk menangkap ikan," ujarnya.

Syukurlah, tinggi gelombang di tiga perairan tersebut hanya mencapai 1,25 meter.

Dia memaklumi laut Banda merupakan lokasi menangkap ikan tuna khususnya tuna sirip kuning (Thunnus albacores) yang terkenal di dunia. Selain itu, memiliki aneka potensi sumber daya hayati laut lainnya yang bernilai ekonomis pangsa ekspor.

Hanya saja, tidak berarti mengabaikan peringatan dini yang telah dikeluarkan BMKG Stasiun Pattimura Ambon. Apalagi, imbauan tersebut telah diteruskan ke Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Maluku maupun sembilan kabupaten dan dua kota.

Begitu pun, kepada para Bupati maupun Wali Kota se- Maluku agar mengingatkan Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) teknis agar memperhatikan peringatan dini dari BMKG.

Dia juga mengharapkan para Bupati dan Wali Kota agar mengimbau perusahan penyedia maupun pengguna jasa transportasi laut untuk memperhatikan perubahan cuaca secara ekstrim sehingga tidak memaksakan diri berlayar.

"Para pengguna jasa transportasi juga hendaknya memaklumi bila terjadi penundaan dan keterlambatan jadwal keberangkatan kapal laut akibat faktor cuaca karena pertimbangan perlunya memprioritaskan keselamatan," pungkasnya.

(wal)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini