Tes Treadmill, Balon Bupati dan Wabup Banyuasin Kelimpungan

Mewan Haqulana , Jurnalis · Minggu 14 Januari 2018 16:23 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2018 01 14 340 1844744 tes-treadmill-balon-bupati-dan-wabup-banyuasin-kelimpungan-JF86icgLGw.jpg Calon Bupati dan Wabup Banyuasin saat tes kesehatan (foto: Ist)

BANYUASIN - Para pasangan bakal calon (Balon) peserta Pilkada Banyuasin terlihat kesulitan pada tes kesehatan tahap kedua, terkait kesehatan jasmani yang digelar di Rumah Sakit Umum Pusat Dr Moehammad Hoesin, Palembang, Minggu (14/7/2018).

Beda dengan tes pemeriksaan narkoba yang dilakukan sebelumnya. Kali ini para bakal calon peserta Pilkada harus mengeluarkan tenaga ekstra untuk menjalani tes kesehatan jasmani.

Terutama, saat uji treadmill, tidak sedikit bakal calon bupati dan wakil bupati Banyuasin yang kewalahan. Apalagi mayoritas mereka sudah berumur setengah abad lebih.

"Saya paling mumet uji treadmill ini. Umur sudah sepuh, 67,4 tahun. Awalnya memang jalan pelan di treadmill tapi lama-lama makin kencang, bagaimana gak kelimpungan. Tapi alhamdulillah saya selesaikan semua," ujar salah satu Balon Wakil Bupati Banyuasin, Slamet Sumesentono.

Hal senada diakui oleh Balon Agus Subiantoro dan Askolani, tes kesehatan teeadmill yang paling menguras keringat. "Karena berhubungan dengan fisik, memang sedikit lelah, tapi karena saya sudah biasa jalan pagi, jadi enjoy saja," katanya.

Selain itu, balon peserta Pilkada Banyuasin inj juga disibukkan dengan menyelesaikan uji psikotes. Lebih dari 500 soal harus dilahap, sekali duduk.

"Tapi soalnya simple, mayoritas tentang perjalanan hidup kita. Sekarang semua tahapan tes kesehatan sudah kami ikuti sesuai instruksi KPUD Banyuasin. Tinggal menunggu hasilnya, mudah-mudahan bagus," harapnya.

Sementara itu, Ketua IDI wilayah Prov Sumsel Dr KH Rizal Sanif menjelaskan, pemeriksaan treadmill dapat memberikan informasi kesehatan jantung. Apakah memiliki asupan darah dan oksigen dari sirkulasi saat terjadi stres fisik yang mungkin tidak muncul pada EKG saat istirahat.

"Pemeriksaan ini juga dapat memberikan informasi penting apabila ada kelainan dari irama jantung dan tekanan darah," jelasnya.

Pemeriksaan calon kepala daerah dalam Pilkada serentak 2018 yang berlangsung 8 hingga 15 januari 2018, bersifat final dan mengikat dan tidak ada pemeriksaan pembanding.

"Tidak ada pemeriksaan pembanding, namun dilakukan penyesuaian waktu, bila ada pemeriksaan lanjutan," katanya.

Sementara itu, Ketua KPUD Banyuasin, Dahri yang ikut memantau pelaksanaan tes kesehatan bakal calon tersebut mengatakan, lima pasang bakal calon hadir dalan pemeriksaan kesehatan jasmani tersebut. Namun salah satu bakal calon wakil bupati harus mengikuti tes kesehatan lanjutan pengganti uji treadmill.

"Untuk bapak Agus Salam pemeriksaan dilanjutkan besok, dengan alat pemeriksaan khusus. Karena terlalu bahaya bagi salah satu kakinya yang dipasang pen, untuk uji treadmill. Tapi, hal ini bukan kendala, hanya penyesuaian alat periksa saja," jelasnya.

Hasil pemeriksaan kesehatan yang dilakukan oleh Ikatan Dokter Indoesia, Himpunan Sikologi dan Badan Narkotika Nasional tersebut, akan diplenokan 15 Januari.

"Tanggal 16 Januari kami baru menerima hasil tes kesehatan itu. Sesuai aturan, kalau menurut tim medis, ada bakal calon yang tidak memenuhi syarat untuk maju di Pilkada, kami akan minta pada pengusungnya untuk mengganti calon tersebut," tegasnya.

Berdasarkan pantauan di RSMH Palembang, proses tes kesehatan Jasmani dimulai sejak pukul 12.00 WIB. Namun tiga jam sebelumnya lima pasang calon dan komisioner KPUD Banyuasin telah terlihat di rumah sakit.

Prosesi pemeriksaan dijaga ketat oleh sejumlah petugas polisi. Bahkan para bakal calon harus melewati tiga kali pemeriksaan metal detector untuk menuju ruang periksa kesehatan.

1 / 2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini