Image

BNPB Sebut Gerakan Tanah di Kuningan Terus Mengancam Warga

Muhammad Iqbal, Jurnalis · Minggu 14 Januari 2018 20:09 WIB
https: img.okeinfo.net content 2018 01 14 525 1844806 bnpb-sebut-gerakan-tanah-di-kuningan-terus-mengancam-warga-Nll5hCtBsM.jpg Foto: Ist

KUNINGAN - Hujan yang terus menerus turun di Kecamatan Cilebak, Kabupaten Kuningan, Jawa Barat menyebabkan tanah bergerak di empat desa, sejak Senin 8 Januari 2018.

Kepala Pusat Data Informasi dan Humas Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Sutopo Purwo Nugroho mengatakan, gerakan tanah tersebut terus mengancam warga sekitar.

"Apalagi intensitas curah hujan diperkirakan akan terus meningkat hingga Februari mendatang," kata Sutopo dalam keterangannya, Minggu (14/1/2018).

 

Kata dia, untuk penanganan gerakan tanah atau longsor di Kuningan hingga saat ini ada dibeberapa lokasi, yakni di Kecamatan Cilebak, Kabupaten Kuningan, Desa Cilebak, Desa Bungurberes, Desa Legokherang, dan Desa Patala.

"Dampak Longsor tersebut ada 15 Jiwa mengungsi dan 129 Jiwa terdampak," sambungnya.

 (Baca juga: Akses 6 Jalan Penghubung Desa di Kuningan Terputus Akibat Tebing Longsor)

Lalu, kata dia, untuk kerugian materil yakni 4 unit rumah rusak berat, 8 unit rumah rusak sedang, 31 unit rumah terancam, 1 unit SDN 1 Patala terancam, 3 unit kolam ikan tertimbun longsoran, 1 unit Masjid Attaqwa terancam, 1 unit tembok penahan tebing rumah warga longsor, Sawah 1400m² retak ratak, pipa pamsimas air bersih terputus, 5 titik akses jalan utama tertutup longsoran.

 

Akses jalan yang tertutup yakni jalan penghubung Subang-Cilebak, lalu Jalan penghubung Cilebak-Ciwaru, Jalan penghubung Cilebak-Legokherang, akses Jalan Cilebak-Legokherang / blok Batu Hideung Legokherang, 1 Akses Jalan terputus menuju Kantor Kecamatan Cilebak, dan 4 Titik Jalan Lingkungan tertimbun Longsor di Dusun Wage Desa Cilebak.

(wal)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini