Mantan Diktator Peru Kembali Masuk Rumah Sakit Karena Masalah Jantung

Wikanto Arungbudoyo, Okezone · Senin 15 Januari 2018 11:14 WIB
https: img.okezone.com content 2018 01 15 18 1844996 mantan-diktator-peru-kembali-masuk-rumah-sakit-karena-masalah-jantung-sy43IfdeIe.JPG Alberto Fujimori ditemani putranya Kenji saat meninggalkan rumah sakit pada 5 Januari (Foto: Reuters)

LIMA – Mantan Presiden Peru, Alberto Fujimori, kembali dilarikan ke rumah sakit karena mengalami masalah pada jantungnya. Padahal, pria keturunan Jepang itu belum lama ini harus dirawat karena masalah jantung dan penurunan tekanan darah pada 24 Desember 2017 hingga 5 Januari 2018.

“Dia akan menjalani sejumlah pemeriksaan karena walaupun sudah mengalami perkembangan selama tujuh hari ini, dia tidak sepenuhnya stabil. Dia mengalami aritmia dalam periode singkat,” ucap dokter pribadi Alberto Fujimori, Alejandro Aguinaga, mengutip dari Reuters, Senin (15/1/2018). 

Sebagai informasi, aritmia adalah masalah pada irama jantung ketika organ vital tersebut berdetak terlalu cepat, terlalu lambat, atau tidak teratur.

BACA JUGA: Mantan Presiden Peru Alberto Fujimori Dilarikan ke Rumah Sakit 

Stasiun televisi Canal N merilis gambar-gambar pria berusia 79 tahun itu sedang melambaikan tangan dari dalam sebuah truk saat tiba di Rumah Sakit Centenario, Lima. Alberto Fujimori dibawa dengan menggunakan kursi roda oleh perawat sambil ditemani putranya, Kenji, pada Minggu 14 Januari.

Alberto Fujimori sebelumnya dilarikan ke rumah sakit dari penjaranya tempatnya menjalani hukuman kurungannya pada 24 Desember 2017. Alejandro Aguinaga menerangkan, mantan diktator itu mengalami penurunan tekanan darah serta detak jantung yang tidak normal.

Masalah kesehatan tersebut menjadi dasar permintaan agar Alberto Fujimori mendapatkan pengampunan atas alasan kemanusiaan. Aguinaga berpendapat, ahli kardiologi sudah merekomendasikan hal tersebut karena berada di penjara sangat berisiko bagi kesehatan Fujimori.

BACA JUGA: Presiden Peru Ampuni 'Diktator' Alberto Fujimori 

Presiden Pedro Pablo Kuczynski mengabulkan permohonan tersebut. Tidak lama setelah Alberto Fujimori dilarikan ke rumah sakit, Pedro Kuczynski memberikan pengampunan yang berujung dengan gelombang demonstrasi di berbagai kawasan Peru pada Malam Natal.

Mantan Presiden Alberto Fujimori dianggap sebagai salah satu tokoh yang memecah belah Peru. Meski banyak yang memandangnya sebagai diktator korup selama berkuasa pada 1990-2000, tidak dipungkiri juga keberhasilannya membawa Peru keluar dari krisis ekonomi serta pemberontakan berdarah.

Kendati sudah tidak lagi menjabat, gerakan politik sayap kanan yang diprakarsai Alberto pada dekade 1990 masih cukup populer dan menjadi salah satu kekuatan politik utama di Peru. Sang putri, Keiko Fujimori, sempat meneruskan langkah ayahnya di dunia politik dengan mencoba peruntungan sebagai calon presiden pada 2016.

(war)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini