Jokowi Nilai Medan yang Berat Jadi Kendala Atasi Gizi Buruk di Asmat

Fakhrizal Fakhri , Jurnalis · Senin 15 Januari 2018 00:07 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2018 01 15 337 1844858 jokowi-nilai-medan-yang-berat-jadi-kendala-atasi-gizi-buruk-di-asmat-h3OWgyW5Uq.jpg Presiden Joko Widodo (Yohana/Okezone)

JAKARTA - ‎Presiden Joko Widodo (Jokowi) angkat bicara soal wabah penyakit campak dan gizi buruk yang melanda Suku Asmat di Distrik Agats, Papua. Sebanyak 24 anak-anak dari Suku Asmat tercatat meninggal dunia lantaran menjadi korban dari dua penyakit tersebut.

Kepala Negara mengatakan, sulitnya medan yang harus ditempuh oleh pemerintah mengakibatkan para bayi dari suku Asmat banyak yang menjadi korban penyakit gizi buruk dan campak. Apalagi, perjalanan menuju ke Distrik Agats tersebut juga sulit untuk ditempuh.

"Ya memang kalau kita lihat saya berikan contoh medan di sana itu memang sangat berat sekali. Contoh di Nduga, siapa yang pernah ke Nduga ikut dengan saya, jalan baru ke Wamena saja empat hari, ini sama Asmat juga sama perjalanan ada rawa di situ harus naik boat juga sampai tiga jam," ujar Jokowi di Stadion GBK, Senayan, Jakarta Pusat, Minggu 14 Januari 2018 malam.

Menurut Jokowi, perjalanan yang harus dikeluarkan saat menumpangi perahu boat selama tiga jam perjalanan dapat mencapai Rp3 juta. ‎Sehingga, beratnya medan yang ditempuh tersebut selama ini telah menjadi kendala dalam memantau kesehatan dari warga pedalaman Papua itu.

"‎Ini sebuah kendala yang sangat menghambat sekali tapi seharusnya pemerintah daerah juga terus harus melihat karena ini di daerah itu. Di (Distrik) Agats, Nduga itu memang sering kejadian-kejadian penyakit seperti ini," urainya.

Mantan Gubernur DKI Jakarta itu berharap, Pemprov Papua ‎mampu memantau seluruh warga di Distrik Agats guna mengetahui kesehatan dari warga suku Asmat. Pemerintah pusat, lanjut Jokowi, telah mengirimkan tim guna mengobati anak-anak yang terkena penyakit campak dan gizi buruk tersebut.

(Baca Juga: Jokowi Minta Pemda Pantau Wilayah Rawan KLB Campak dan Gizi Buruk)

"Sehingga pemerintah daerah (diharapkan) yang selalu memantau, selalu melihat, dan selalu mengelilingi terus daerah-daerah ini yang diperkirakan terjangkit penyakit atau gizi buruk. Tapi kita sudah kirim tim," tandasnya.

(erh)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini