Image

Kasus Suap Garuda Indonesia, KPK Periksa Penyuap Emirsyah Satar

Arie Dwi Satrio, Jurnalis · Senin 15 Januari 2018 12:10 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2018 01 15 337 1845033 kasus-suap-garuda-indonesia-kpk-periksa-penyuap-emirsyah-satar-YZOPCWo7ss.jpg Juru Bicara KPK Febridyansah (Foto: Okezone)

JAKARTA - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memanggil Beneficial Owner Connaught Intenational Pte. Ltd, sekaligus pendiri Mugi Rekso Abadi (MRA) Soetikno Soedarjo kasus suap pengadaan mesin pesawat Airbus Garuda Indonesia dari perusahaan asal Inggris Rolls-Royce.

Soetikno sendiri merupakan tersangka dalam kasus ini. Sejauh ini, dia diduga menjadi penyuap tersangka Mantan Direktur Utama PT Garuda Indonesia Tbk Emirsyah Satar. Sedianya, Soetikno akan diperiksa sebagai saksi.

"Yang bersangkutan diperiksa dalam kapasitasnya sebagai saksi," kata Juru Bicara KPK Febri Diansyah saat dikonfirmasi, Jakarta, Senin (15/1/2018).

Selain Soetikno, penyidik lembaga antirasuah juga melakukan pemeriksaan terhadap Ibu Rumah Tangga, Istiningdiah Sugianto. Dia juga akan dimintai keterangan sebagai saksi.

 (Baca Juga: Kasus Suap Emirsyah Satar, KPK Periksa Anak Buah Bos PT MRA Group)

"Yang bersangkutan juga akan diperiksa sebagai saksi," ucap Febri.

Dalam kasus ini, KPK telah menetapkan dua orang tersangka, mereka adalah Mantan Direktur Utama PT Garuda Indonesia Tbk Emirsyah Satar dan Beneficial Owner Connaught Intenational Pte. Ltd, sekaligus pendiri Mugi Rekso Abadi (MRA) Soetikno Soedarjo.

Emir sendiri diduga menerima sejumlah uang dari Soetikno Soedarjo yang juga diduga sebagai perantara pihak Rolls-Royce di Indonesia.

Suap tersebut diberikan dalam bentuk uang dan barang. Dari pengembangan sementara Emir menerima 1,2 juta Euro dan USD180 ribu atau setara Rp20 miliar. Dan barang yang diterima senilai USD2 juta, yang tersebar di Singapura dan Indonesia.

 (Baca Juga: Kasus Suap Mesin Pesawat Garuda, KPK Kembali Panggil Sallywati Rahardja)

Atas perbuatannya, Emir disangka melanggar Pasal 12 huruf a atau b dan atau Pasal 11 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1991 sebagaimana telah diubah dalam Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 juncto Pasal 55 ayat (1) KUHP juncto Pasal 64 ayat (1) KUHP.

Sementara, Soetikno selaku pemberi suap dijerat Pasal 5 ayat (1) huruf a atau Pasal 5 ayat (1) huruf b atau Pasal 13 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1991 sebagaimana telah diubah dalam Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001juncto Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP juncto Pasal 64 ayat (1) KUHP.

(muf)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini