nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Gunung Agung Kembali Erupsi

Nurul Hikmah, Jurnalis · Senin 15 Januari 2018 09:38 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2018 01 15 340 1844953 gunung-agung-kembali-erupsi-kK9eLYvgNm.jpg Gunung Agung erupsi. (Foto: Ist)

KARANGASEM - Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB, Sutopo Purwo Nugroho mengatakan, Gunung Agung di Kabupaten Karangasem Provinsi Bali kembali meletus dengan ketinggian kolom sekitar 2.000 hingga 2.500 meter di atas puncak kawah pada Senin (15/1/2018) pukul 07.23 Wita.

Erupsi disertasi asap dan abu vulkanik berwarna kelabu dengan tekanan sedang, intensitas sedang dan condong ke arah timur laut.

Erupsi ini di saa penanganan terhadap para pengungsi belum normal. Jumlah pengungsi bencana erupsi Gunung Agung saat ini 47.268 jiwa, berada di 229 titik pengungsian. BNPB dan unsur terkait terus memberikan pendampingan dan bantuan kepada Pemda dan masyarakat yang terdampak erupsi Gunung Agung. "Masih ada beberapa permasalahan dalam penanganan pengungsi seperti aktivasi posko belum berjalan normal, distribusi logistik ke pos pengungsian belum lancar dan lainnya. Koordinasi terus dilakukan dengan berbagai pihak," kata Sutopo.

Terkait erupsi, PVMBG melaporkan, erupsi hanya sesaat dan tidak menerus karena gempa letusannya hanya sesaat pada pukul 07.23 Wita. "Aktivitas vulkanik masih cukup tinggi yang ditandai dengan kegempaan dan tremor menerus. Status Awas (level IV) dengan rekomendasi daerah berbahaya adalah di dalam radius 6 kilometer dari puncak kawah. Tidak boleh ada aktivitas masyarakat dalam bentuk apapun di dalam radius 6 kilometer. Di luar radius 6 kilometer, kondisinya aman," kata Sutopo.

Dia menyatakan, sesuai standar operasi prosedur (SOP) dalam upaya peningkatan keselamatan perhubungan udara, PVMBG telah mengeluarkan VONA (Volcano Observatory Notice for Aviation) dengan kode warna ORANGE pascaerupsi.

(Baca juga: Langgar Aturan, 6 Pendaki Gunung Agung Tersesat)

"Sebaran abu vulkanik hanya terjadi di sekitar Gunung Agung. Abu vulkanik tidak ada yang mengarah ke bandara. Kondisi Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai dan Bandara Internasional Lombok aman dan beroperasi normal," kata dia.

Hujan abu vulkanik tipis dilaporkan jatuh di beberapa desa seperti di Desa Kesimpar, Desa Datah Kecamatan Abang Kabupaten Karangasem. Aktivitas masyarakat tetap berjalan normal. Masyarakat melihat erupsi Gunung Agung juga tidak panik. Sosialisasi yang terus diberikan kepada masyarakat mengenai potensi dan antisipasi erupsi Gunung Agung menyebabkan tingkat kesiapsiagaan masyarakat meningkat.

"Pengalaman penanganan erupsi selama November 2017 lalu telah memberikan pemahaman yang lebih baik sehingga masyarakat lebih siap menghadapi erupsi,"ujarnya.

Masyarakat diimbau untuk selalu meningkatkan kewaspadaan menghadapi erupsi susulan. Pantauan PVMBG melaporkan aktivitas vulkanik Gunung Agung masih cukup tinggi.

(qlh)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini