nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Korupsi Alkes, Pejabat RSUD Sidikalang Divonis 17 Bulan Penjara

Wahyudi Aulia Siregar, Jurnalis · Selasa 16 Januari 2018 05:12 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2018 01 16 340 1845485 korupsi-alkes-pejabat-rsud-sidikalang-divonis-17-bulan-penjara-IgntlZUz9q.jpg Ilustrasi (Foto: Ist)

MEDAN - Majelis Hakim Tindak Pidana Korupsi pada Pengadilan Negeri Medan menjatuhkan pidana penjara selama 17 bulan kepada Miko Lestari Marbun. Ketua Panitia Pengadaan Barang/Jasa (Lelang) RSUD Sidikalang itu dihukum dalam perkara korupsi pengadaan alat kesehatan di RSUD Sidikalang pada tahun 2012 lalu.

Selain pidana penjara, Miko juga dijatuhi pidana denda sebesar Rp50 juta. Jika tidak membayar, maka akan digantikan dengan hukuman penjara selama 2 bulan.

Vonis terhadap Miko dibacakan oleh Ketua Majelis Hakim, Achmad Sayuti, dalam persidangan yang digelar di ruang Cakra VII di Pengadilan Negeri, Senin 15 Januari 2018.

Dalam amar putusannya, majelis hakim menilai bahwa Miko telah terbukti secara sah dan meyakinkan, bersalah melakukan tindak pidana korupsi pengadaan proyek alat kesehatan (alkes) di Rumah Sakit Umum (RSU) Sidikalang, Kabupaten Dairi Tahun 2012, yang menyebabkan kerugian negara senilai Rp551.357.374.

(Baca Juga: Mantan Anggota DPRD Tebo Terdakwa Korupsi Ditangkap di Pesta Pernikahan Anaknya)

Perbuatan Miko melanggar Pasal 3 Ayat (1) Jo Pasal 18 Ayat (1) Undang-Undang RI Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang RI Nomor 20 Tahun 2001 Tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi Jo Pasal 55 Ayat (1) ke-1 KUHPidana.

"Menjatuhkan hukuman pidana penjara kepada terdakwa Miko Lestari Marbun selama 1 tahun dan lima bulan penjara dan membayar denda sebesar Rp50 juta subsidair 2 bulan," ucap hakim Achmadā€ˇ.

Menanggapi putusan tersebut, terdakwa menyatakan pikir-pikir. Begitu juga dengan Jaksa Penuntut Umum (JPU) yang sebelumnya menuntut agar terdakwa dihukum selama 2 tahun penjara.

Miko tidak sendiri diadili dalam perkara korupsi pengadaan alat kesehatan ini. Sebelumnya, majelis hakim juga sudah menghukum Nurhasianta Manik selaku Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) dalam pengadaan tersebut. Nurhasianta divonis 2 tahun 10 bulan penjara.

Lalu, ada Idham Koeshendarto selaku Direktur CV Rizky Abadi Lestari yang dituntut selama 1 tahun 6 bulan penjara dan tengah menunggu vonis hakim. (Baca Juga: Kadishub Tangsel Diperiksa Kejati DKI, Diduga Terkait Hibah Rp64 Miliar Proyek Terminal)

Proyek tersebut merupakan pengadaan alat kedokteran, kebidanan dan penyakit kandungan (ponek) dengan pagu anggaran sebesar Rp2.304.374.000 pada 2012. Dalam prosesnya, badan pemeriksa keuangan menemukan adanya kerugian negara senilai Rp551.357.374 dalam proyek tersebut.

(Ari)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini