Image

Potret Pendidikan di Pedalaman, Murid Belajar di Ruang Guru yang Reyot

Ade Putra, Jurnalis · Selasa 16 Januari 2018 15:26 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2018 01 16 65 1845746 potret-pendidikan-di-pedalaman-murid-belajar-di-ruang-guru-yang-reyot-gqC21PylNu.jpg Foto: Ilustrasi Okezone

MELAWI - Pemerintah saat ini terus berupaya pemerataan pembangunan infrastruktur di bidang kesehatan dan pendidikan. Diharapkan, pembangunan itu menyentuh daerah pedalaman di Kalimantan Barat.

Pasalnya di sana, terdapat sekolah dengan kondisi bangunan yang riskan. Contohnya Sekolah Dasar Negeri (SDN) 06 di Desa Tekelak, Kecamatan Pinoh Utara, Kabupaten Melawi. Sekolah ini kekurangan ruangan untuk kegiatan belajar mengajar. Terpaksa ruangan guru yang sudah reyot dan tak layak pakai itu kembali difungsikan menjadi ruang kelas.

"Sebetulnya ruangan ini sudah tidak layak pakai. Namun masih digunakan untuk ruang kelas satu. Ini terpaksa, karena ruang kelas di sekolah ini masih kurang," kata Kepala Desa Tekelak, Tambi Mas Taufik kepada sejumlah wartawan, baru-baru ini.

(Baca juga: Kemristekdikti Kucurkan Rp1,3 Triliun untuk Dana Penelitian)

Taufik mengatakan, kondisi tersebut terjadi sejak lama dan masih berlangsung hingga saat ini. Mereka terpaksa memanfaatkan bangunan yang ada sambil menunggu perhatian pemerintah. Ia menerangkan, awalnya setelah ruangan guru tersebut reyot, para guru dipindahkan ke salah satu ruang kelas. Sedangkan murid-murid yang tadinya belajar di ruang kelas itu, dipindahkan untuk menempati ruangan yang reyot.

"Dari dulu sampai sekarang kondisi bangunan ini masih sama. Masih dipakai untuk kegiatan belajar mengajar. Ruangan ini diperbaiki dengan bahan seadanya," ujarnya.

Taufik memaparkan, dalam ruangan reyot itu banyak kayu-kayu yang menyengkang tiang agar bangunan bisa tetap tegak dan digunakan untuk kegiatan belajar mengajar.

Meski saat ini ada ruangan lain, lanjut Taufik, namun tetap saja tidak cukup digunakan untuk ruang kelas. Karena ruangan lainnya pun ada yang disekat untuk digunakan dua kelas sekaligus.

Melihat kondisi yang miris ini, Taufik berharap Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Melawi bisa menganggarkan pembangunan gedung baru di sekolah tersebut. Paling tidak merehab ruangan yang sudah reyot tersebut.

"Kita berharap ini ada perhatian. Supaya bangunan reyot tersebut bisa layak digunakan sebagai ruang kelas untuk anak-anak penerus bangsa kita," harap Taufik.

(sus)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini