nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Lawan Kotak Kosong di Pilkada, Pasangan Calon Tetap Berpeluang Kalah

Wahyudi Aulia Siregar, Jurnalis · Rabu 17 Januari 2018 21:59 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2018 01 17 340 1846566 lawan-kotak-kosong-di-pilkada-pasangan-calon-tetap-berpeluang-kalah-OXSpZEePo4.jpeg Ilustrasi Pemilihan Kepala Daerah (foto: Okezone)

MEDAN - Pasangan bakal calon kepala daerah dan wakil kepala daerah yang menjadi calon tunggal dalam pemilihan kepala daerah (Pilkada) serentak 2018 mendatang, tidak lantas menjadi pemenang dalam kontestasi tersebut. Mereka tetap berpeluang kalah jika tidak berhasil mendapatkan mayoritas suara dari masyarakat.

Hal itu ditegaskan oleh Ketua KPU Sumut, Mulia Banurea. Menurut dia, meski hanya diikuti calon tunggal, pemungutan suara tetap harus dilakukan. Pasangan calon kepala daerah akan menghadapi kotak kosong dalam pemilihan tersebut.

(Baca Juga: Pilkada Padanglawas Utara Sepi Peminat, Keluarga Petahana Berpeluang Lawan Kotak Kosong)

Untuk menjadi pemenang, calon tunggal itu harus mendapatkan minimal 50 persen tambah 1, dari total suara sah yang masuk. “Kalau tidak dapat, berarti calon tunggal itu kalah,” ungkap Mulia kepada wartawan di Medan, Rabu (17/1/2018).

Dalam kondisi calon tunggal itu gagal, maka tampuk pemerintahan daerah yang melaksanakan Pilkada itu pun akan dijabat oleh sosok pelaksana tugas (plt) kepala daerah. Sosok tersebut ditunjuk oleh Menteri Dalam Negeri.

"Kemudian daerah tersebut akan melaksanakan kembali Pilkada pada agenda pilkada serentak berikutnya. Kapan itu yakni tahun 2020. Jadi selama dua tahun maka jabatan bupati akan diduduki oleh kepala daerah berstatus plt," ujarnya.

Di Sumater Utara sendiri, terang Mulia, ada satu daerah yang pilkadanya berpotensi hanya diikuti satu calon. Yakni kabupaten Padanglawas Utara (Paluta).

(Baca Juga: 13 Pasangan Calon Melawan Kotak Kosong di Pilkada 2018, Siapa Saja Mereka?)

Hingga hari penutupan pendaftaran pasangan calon, hanya pasangan Andar Amin Harahap dan Hariro Harahap yang mendaftar. Mereka didukung oleh 11 partai politik pemilik kursi di DPRD Kabupaten Paluta.

Mereka akan menjadi calon tunggal, karena tidak ada satupun calon independen yang mendaftar ke KPU. Sementara untuk calon dari partai politik, sudah tidak mungkin lagi, karena seluruh partai politik pemilik kursi di DPRD Paluta, sudah mengarahkan dukungannya kepada pasangan Andar-Hariro. Andar Amin Harahap sendiri merupakan anak dari Bachrum Harahap, Bupati Kabupaten Paluta saat ini.

(fid)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini