nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Kematian Akibat HIV/AIDS di Purbalingga Meningkat Selama 7 Tahun Terakhir

Sucipto Cipto, Jurnalis · Rabu 17 Januari 2018 14:16 WIB
https: img.okeinfo.net content 2018 01 17 512 1846272 kematian-akibat-hiv-aids-di-purbalingga-meningkat-selama-7-tahun-terakhir-CzlXoF1yBZ.jpg Ilustrasi HIV/AIDS. (Foto: Dok Okezone)

PURBALINGGA – Komisi Penanggulangan AIDS Daerah (KPAD) Purbalingga mencatat kematian akibat HIV/AIDS meningkat selama tujuh tahun terakhir. Sekretaris KPAD Purbalingga Heny Ruslanto mengatakan, sebanyak 27 penderita HIV/AIDS meninggal sejak tahun 2010 hingga 2017.

Ia menjelaskan bahwa hal tersebut terjadi disebabkan keterlambatan deteksi dini ibu hamil. Akibatnya, bayi yang positif HIV/AIDS tidak bisa terdeteksi untuk diberikan penanganan sejak awal.

"Kami mencatat ada 107 kasus HIV/AIDS pada kaum perempuan di Purbalingga, sekitar 43 persen dari total kasus. Itu data 2010–2017," katanya saat ditemui di Kantor Sekretariat KPAD Purbalingga, Kompleks Perumahan Wakil Bupati, Selasa 16 Januari 2017.

(Baca: Jakarta Peringkat Dua Penyebaran HIV/AIDS di Indonesia, Kelompok Gay Penyumbang Terbesar)

Hal tersebut, menurut dia, merupakan kondisi yang sangat menghawatirkan. Sebab jika hamil, anak dari perempuan tersebut kemungkinan besar terjangkit HIV/AIDS.

Peningkatan kasus ini disinyalir akibat petugas puskesmas belum terlibat aktif melaksanakan sosialisasi pencegahan dan penanggulangan HIV/AIDS.

Melihat hal itu, ia menyatakan perlu peran aktif seluruh organisasi perangkat daerah (OPD) di Purbalingga guna melakukan pencegahan dan penanggulangan HIV/AIDS.

(Baca: 33 Bayi dan Balita di Purbalingga Terinfeksi HIV/AIDS)

"Kepada warga/masyarakat Purbalingga juga agar mau melakukan tes HIV secara sukarela di rumah sakit umum daerah dan puskesmas yang ada di Purbalingga," imbaunya.

Selama 2017, guna menekan fenomena HIV/AIDS, KPAD Purbalingga melakukan screening sebanyak 4.006 orang.

(han)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini