Mahasiswa Ciptakan Beton dari Limbah Las Karbit yang Ramah Lingkungan

Elva Mustika Rini, Okezone · Kamis 18 Januari 2018 08:13 WIB
https: img.okezone.com content 2018 01 17 65 1846366 mahasiswa-ciptakan-beton-dari-limbah-las-karbit-yang-ramah-lingkungan-cKbsiNkLu3.jpg Foto: Dok ITS

JAKARTA – Sebagai negara yang sedang berkembang, Indonesia giat melakukan pembangunan baik dari segi masyarakatnya maupun infrastrukturnya. Akan tetapi, pembangunan sering meninggalkan masalah yang sulit dihindari, salah satunya limbah karbondioksida (CO2) dalam pembuatan bahan baku yang diperlukan.

Menyadari hal ini, sekelompok mahasiswa Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS), yakni Imam Nakhrowi, Arrahmatur Rizky, dan Dio Agung Saputra menggali potensi bahan lain sebagai pembuatan beton yang sangat dibutuhkan pembangunan tetapi tidak ramah lingkungan.

“Permasalahan pebuatan beton ialah hasil produksi semen menghasilkan limbah CO2 yang turut meningkatkan suhu global dan merusak alam,” jelas Dio, seperti dilansir dari laman ITS, Kamis (18/1/2018).

(Baca juga: Cyber University Disiapkan untuk Hadapi Revolusi Industri 4.0)

Di bawah bimbingan R. Buyung Anugraha ST MT., ketiganya menamai diri mereka ‘tim CT WARINGIN’ yang menawarkan konsep ‘Inovasi Pemanfaatan Limbah Las Karbit sebagai Subtituen Semen dengan Kombinasi Pemanfaatan Material Lokal (Kabupaten Tuban) sebagai Penyusun Beton Mutu Tinggi Ramah Lingkungan dalam Mewujudkan Konsep Pembangunan Vertikal’.

Lanjut mereka, limbah las karbit banyak dihasilkan perusahaan gas di daerah Gresik dan di berbagai tempat pengelasan. Sayangnya, limbah las karbit tidak pernah dimanfaatkan secara optimal sehingga keberadaannya menyumbang permasalahan lingkungan.

Karena itu, pemanfaatan limbah las karbit dinilai merupakan metode paling baik untuk mengganti peran semen dalam pembuatan beton. Sebab selain menghasilkan gas CO2, produksi semen juga memerlukan banyak kapur sebagai bahan baku utamanya. Dapat disimpulkan, semakin banyak beton yang dihasilkan, semakin banyak pula kapur yang ditambang dan merusak lingkungan.

“Atas dua permasalahan tersebut, kami membuat inovasi untuk menjadikan limbah karbit yang sudah kami treatment agar dapat menjadi bahan subtituen semen,” imbuhnya.

Selain beton, mereka juga mengasilkan pasir ramah lingkungan yang terbuat dari kombinasi material lokal pasir silica Tuban.

Atas inovasi yang mereka ciptakan, tim CT WARINGIN berhasil meraih gelar juara I dan best presentation dalam ajang Innovation Concrete Competition (ICC) yang terselenggara di Universitas Diponegoro, baru-baru ini. Dewan juri berharap, ketiganya akan terus mengembangkan penelitian agar dapat berguna bagi masyarakat Indonesia.

(sus)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini