Putra Komandan Senior Hamas Tewas dalam Serangan Pasukan Israel

Putri Ainur Islam, Okezone · Kamis 18 Januari 2018 12:30 WIB
https: img.okezone.com content 2018 01 18 18 1846736 putra-komandan-senior-hamas-tewas-dalam-serangan-pasukan-israel-ioO2w0y1S5.jpg Serangan Israel di Palestina. (Foto: Super Web Portal)

TEPI BARAT - Seorang pria bersenjata asal Palestina tewas dalam sebuah serangan yang dilakukan oleh angkatan bersenjata Israel di Kota Jenin, Tepi Barat. Hal tersebut disampaikan oleh tenaga medis Palestina dan penduduk setempat.

Pejabat berwenang Israel awalnya menolak memberi komentar terkait serangan tersebut karena ada perintah tutup mulut. Namun warga Jenin mengatakan bahwa penembakan masih terdengar hingga dini hari.

Seorang pejabat Kementerian Kesehatan Palestina mengidentifikasi korban tewas bernama Ahmed Jarrar, seorang militan Hamas dan putra seorang komandan senior Hamas, Naser Jarrar. Jarrar tewas di tangan pasukan Israel pada 2002.

BACA JUGA: Remaja Perempuan Palestina yang Tampar Tentara Israel Tetap Ditahan

Dilansir dari Reuters, Kamis (18/1/2018), pasukan Israel telah melakukan pencarian terhadap pembunuh Rabi Raziel Shevah, seorang penduduk permukiman di dekat Kota Nablus, Palestina, yang ditembak di mobilnya dalam sebuah serangan yang dilancarkan pada 9 Januari.

Ketegangan di wilayah tersebut meningkat sejak keputusan Amerika Serikat pada 6 Desember 2017 mengakui Yerusalem yang selama ini disengketakan sebagai ibu kota Israel. Sejak saat itu, setidaknya 18 warga Palestina dan satu warga Israel tewas akibat serangan-serangan.

Keputusan Amerika Serikat untuk membalikkan kebijakan yang telah dilaksanakan selama berdekade-dekade dan memicu bentrokan di berbagai daerah. Palestina yang berusaha menciptakan sebuah negara merdeka termasuk Yerusalem, Tepi Barat, dan Jalur Gaza pun geram akan keputusan tersebut.

BACA JUGA: Yordania Kecam Israel karena Halangi Perawatan Masjid Al Aqsa

Israel merebut wilayah-wilayah tersebut dalam Perang Timur Tengah 1967 dan mencaplok Yerusalem Timur dalam sebuah langkah yang tidak diakui secara internasional. Israel mengklaim bahwa seluruh wilayah Yerusalem adalah ibu kota abadi negaranya dan tak dapat dibagi.

Perundingan damai yang dipimpin Amerika Serikat antara Israel dan Palestina mogok berhenti pada 2014. Trump sempat mengupayakan di belakang layar yang dilakukan penasihat Gedung Putih untuk menyusun cetak biru perundingan damai yang akan dilangsungkan pada semester pertama 2018. Akan tetapi, inisiatif tersebut batal digelar.

(pai)

(rfa)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini