nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Birokrasi Dinilai Lamban, ASEAN Harus Lebih Tangkas Tangani Isu

Wikanto Arungbudoyo, Jurnalis · Kamis 18 Januari 2018 18:54 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2018 01 18 18 1847035 birokrasi-dinilai-lamban-asean-harus-lebih-tangkas-tangani-isu-neiwda2lVm.jpg Foto: Reuters

JAKARTA – Direktur Jenderal Kerjasama ASEAN Kementerian Luar Negeri, Jose Antonio Morato Tavares mengatakan, asosiasi negara-negara Asia Tenggara itu harus lebih tangkas dalam merespons suatu isu. Menurutnya, selama 50 tahun ini ASEAN terjebak pada praktik birokrasi yang lambat.

BACA JUGA: 8 Fokus Politik Luar Negeri Indonesia di 2018

“ASEAN harus lebih tangkas. Selama 50 tahun berdiri ASEAN itu terlalu birokratik sehingga susah melangkah maju. Jangan salah, di Indonesia juga begitu. ASEAN tidak bisa statis,” ujar Jose Tavares dalam diskusi ASEAN Outlook 2018 di The Habibie Center, Kemang, Jakarta Selatan, Kamis (18/1/2018).

Mantan Duta Besar Indonesia untuk Selandia Baru itu mengimbuhkan, ASEAN juga harus mampu mengantisipasi apa yang akan terjadi di kawasan. Kepemimpinan di asosiasi tersebut juga harus kolektif tanpa harus menunggu inisiatif Indonesia yang selalu dipandang lebih baik.

Jose Tavares memberi contoh dalam isu krisis di Rakhine, Myanmar. Negara ASEAN yang bergerak hanya Indonesia sementara yang lain tidak. Begitu juga dengan krisis di Marawi, Filipina, di mana Indonesia juga berada di garda terdepan.

“ASEAN seharusnya kalau melihat yang seperti itu harus lebih tangkas, lebih cepat. Kepemimpinan harus kolektif. Itu yang disampaikan Ibu Menlu (Retno Marsudi) bahwa semua harus bersama-sama, jangan menunggu Indonesia,” tukas Jose Antonio Morato Tavares.

BACA JUGA: Indonesia Fokus Perkuat Sentralitas dan Persatuan ASEAN

“Jangan khawatir kalau ada negara dengan ide yang lebih baik. Pasti kita dukung. Itu kepemimpinan kolektif. Jangan hanya menunggu Indonesia,” tutupnya.

(dka)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini