Share

Perempuan Bakar Alquran di Kamar Mandi Masjid Berhasil Ditangkap

Kuntadi, Koran SI · Kamis 18 Januari 2018 17:01 WIB
https: img.okezone.com content 2018 01 18 510 1846969 perempuan-bakar-alquran-di-kamar-mandi-masjid-berhasil-ditangkap-6yLPK2sBKk.jpg Polres Kulonprogo Ungkap Penangkapan Perempuan Pembakar Alquran di Masjid (foto: Kuntadi/KoranSindo)

KULONPROGO โ€“ Kepolisian Resort (Polres) Kulonprogo berhasil menangkap pelaku yang diduga melakukan pembakaran Alquran di Masjid Al Amin di Siluwok, Tawangsari, Pengasih, Kulonprogo pada awal Januari.

Pelaku diketahui bernama Willi, alias Rosalia Indah alias Gina alias Jelita yang mengalami gangguan kejiwaan. Meski begitu, Polres Kulonprogo tetap melanjutkan proses hukum ini. Tersangka diamankan beberapa hari lalu di wilayah Mirit, Kebumen, Jawa Tengah.

(Baca Juga: Pembakar Alquran di Kamar Mandi Masjid Diduga Alami Gangguan Jiwa)

Dari keterangan saksi, semuanya meyakini perempuan muda berusia 20-an tahun ini yang berada di masjid Al Amin sesaat sebelum ditemukan 25 Alquran terbakar di kamar mandi.

โ€œKita sudah tangkap dan tahun, tersangka kasus pembakaran Alquran,โ€ jelas Kapolres Kulonprogo AKBP Irfan Rifai pada pers release di Halaman Mapolres Kulonprogo, Kamis (18/1/2018).

Setelah dilakuka penangkapan, penyidik sudah membawa tersangka untuk menjalani pemeriksaan medis khususnya kejiwaan di rumah sakit umum pusar (RSUP) Dr Sardjito Yogyakarta. Bahkan visum et repertum psikiatrum sudah dikeluarkan tim dokter dari Sardjito. Hasilnya perempuan ini diduga mengalami gangguan kejiwaan berat.

โ€œKita tetap tindaklanjuti dengan pemeriksaan. Bagaimana nanti tindak lanjutnya menunggu dari jaksa,โ€ jelasnya.

(Baca Juga: 25 Alquran Dibakar Perempuan Misterius di Kamar Mandi Masjid)

Kapolres berharap, dengan terungkapnya kasus ini akan meyelesaikan masalah dan tetap terwujudnya kehidupan yang kondusif di Kulonprogo. Jangan sampai kasus ini melebar ke isu SARA.

Perempuan yang diamankan ini merupakan warga Grobogan Jawa Tengah. Polisi telah melakukan pembantaran dan dititipkan di Dr Sardjito untuk menjalani masa observasi mulai 8 Januari hingga 15 Januari 2018.

โ€œSaat ditanya dia banyak menjawab beberapa kota di luar negeri. Sepertinya dia mengalami depresi karena ingin jadi TKI,โ€ pungkasnya.

Baca Juga: Salurkan BLT BBM kepada 20,65 Juta KPM, Ini Strategi Pos Indonesia

(fid)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini