UU Baru Ukraina Sebut Rusia Sebagai Negara Penjajah

Wikanto Arungbudoyo, Okezone · Jum'at 19 Januari 2018 11:01 WIB
https: img.okezone.com content 2018 01 19 18 1847281 uu-baru-ukraina-sebut-rusia-sebagai-negara-penjajah-oBfTloshHh.jpg Parlemen Ukraina mengesahkan UU yang di dalamnya menyebut Rusia sebagai negara penjajah (Foto: Valentyn Ogirenko/Reuters)

KIEV – Parlemen Ukraina mengesahkan undang-undang (UU) baru yang menyatakan bahwa area-area yang dikuasai kelompok separatis pro-Rusia di wilayah timur negara itu sebagai daerah yang ‘dikuasai sementara oleh Rusia’. UU yang didukung oleh 280 orang anggota parlemen itu sekaligus menyebut Rusia sebagai negara agresor atau penjajah.

BACA JUGA: Rusia Keberatan AS Pasok Senjata ke Ukraina

Moskow langsung mengecam keras pengesahan UU tersebut. Negeri Beruang Merah berpendapat, UU baru itu dapat dipandang sebagai persiapan perang baru. UU itu disahkan oleh parlemen Ukraina setelah melewati diskusi tajam yang berlangsung selama tiga hari.

“Republik Federasi Rusia melakukan tindakan kriminal agresi terhadap Ukraina dan secara temporer mengokupasi sebagian wilayah Ukraina,” bunyi dokumen tersebut, mengutip dari BBC, Jumat (19/1/2018).

Dokumen itu juga menuduh Rusia mengirim unit angkatan bersenjatanya ke Donetsk dan Luhansk serta tidak mengindahkan kesepakatan gencatan senjata. Sebagaimana diketahui, Ukraina dan negara-negara Barat menuduh Rusia mengirim tentaranya ke dua wilayah tersebut dan mempersenjatai kelompok separatis.

BACA JUGA: Tiga Tentara Ukraina Tewas dalam Bentrokan dengan Kelompok Pro-Rusia 

Rusia dengan tegas menolak tuduhan tersebut. Akan tetapi, Moskow mengakui bahwa ada sukarelawan dari Rusia yang membantu para pemberontak di Donetsk dan Luhansk.

Dalam pernyataan resminya, Kementerian Luar Negeri Rusia menuduh Kiev tengah berupaya memecahkan konflik di wilayah timurnya dengan menggunakan kekuatan bersenjata. Rusia juga menuduh Ukraina melanggar Perjanjian Damai Minsk yang disepakati pada 2015.

BACA JUGA: Dua Hari Setelah Natal, Pemberontak Pro Rusia dan Pemerintah Ukraina Saling Tukar Tawanan 

Konflik Ukraina-Rusia itu pecah sejak 2014. Sekira 10 ribu orang tewas di wilayah Donetsk dan Luhansk. Perseteruan antara kedua negara dimulai dengan sengketa di wilayah Semenanjung Crimea. Ukraina menuduh Rusia mengokupasi wilayah di pinggir Laut Hitam itu sementara Moskow mengatakan warga Crimea menentukan nasibnya sendiri lewat referendum yang demokratis.

(war)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini