Jepang Protes Pelanggaran Operasional Helikopter Militer AS di Okinawa

Wikanto Arungbudoyo, Okezone · Jum'at 19 Januari 2018 14:04 WIB
https: img.okezone.com content 2018 01 19 18 1847333 jepang-protes-pelanggaran-operasional-helikopter-militer-as-di-okinawa-8RvXGXBlO4.jpg Menteri Pertahanan Jepang Itsunori Onodera (Foto: Toshifumi Kitamura/AFP)

TOKYO – Kementerian Pertahanan Jepang mengritik perilaku militer Amerika Serikat (AS) yang melanggar janji untuk tidak menerbangkan helikopter di atas sebuah sekolah di dekat pangkalan di Okinawa. Keberadaan sekolah tersebut menjadi titik fokus dalam sengketa keberadaan pangkalan militer Futenma di Kepulauan Okinawa.

BACA JUGA: Jendela Helikopter Angkatan Laut AS Jatuh di Sebuah Sekolah Dasar di Jepang dan Timpa Seorang Siswa

Perselisihan mulai muncul ketika sebuah jendela dari helikopter militer AS jatuh dan menimpa sekolah tersebut hingga melukai seorang siswa pada Desember 2017. Angkatan Laut AS menyebut kesalahan terjadi akibat lalainya personel darat yang gagal memastikan keamanan jendela itu serta berjanji untuk tidak lagi menerbangkan helikopter di atas sekolah tersebut.

“Itu sangat tidak bisa diterima. Kami ingin agar AS menangani masalah ini,” ujar Menteri Pertahanan Jepang, Itsunori Onodera, melansir dari Reuters, Jumat (19/1/2018). Insiden tersebut terjadi pada Kamis 18 Januari.

Ia menambahkan, pihaknya sudah memegang bukti pelanggaran janji tersebut, termasuk data radar dan video, yang sudah diserahkan kepada marinir Amerika Serikat. Sementara itu, marinir Amerika Serikat mengaku sudah memerintahkan helikopternya untuk menghindari sekolah tersebut.

“Pilot-pilot yang menerbangkan helikopter kemarin sudah sadar akan lokasi sekolah dan menghindarinya. Pangkalan Udara Korps Marinir Futenma mengonfirmasi lewat penggunaan data dari radar dan percakapan pilot bahwa tidak ada yang terbang melintasi sekolah itu kemarin,” bunyi pernyataan resmi marinir AS.

(Bukti jatuhnya jendela helikopter di sebuah sekolah dasar di Okinawa. Foto: EPA)

Insiden jatuhnya jendela helikopter itu membuat para guru dan siswa di sekolah dasar tersebut melakukan latihan evakuasi sebagai antisipasi terulangnya peristiwa serupa di masa depan. Sekolah dasar tersebut diketahui berada tidak jauh dari Pangkalan Udara Futenma sehingga sangat rawan.

BACA JUGA: Helikopter Militer AS Mendarat Darurat di Hotel Jepang

Selain jatuhnya jendela helikopter, sejumlah insiden lain menyertai operasional militer AS. Sepanjang Januari saja sudah dua kali helikopter AS mendarat darurat di wilayah penduduk. Akibatnya, warga Okinawa semakin mendesak agar Amerika segera menutup beberapa atau bahkan semua pangkalan militernya di Okinawa.

Kepulauan paling selatan di Jepang itu dihuni oleh sekira 30 ribu personel militer AS, di mana seperlima wilayah Okinawa adalah lahan dari pangkalan-pangkalan militer. Okinawa berada di bawah okupasi AS hingga 1972 sesuai dengan perjanjian dengan Jepang usai Perang Dunia II.

(war)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini