nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Marak Kekerasan terhadap Anak, Muhammadiyah Gelar Munas Tarjih

ant, Jurnalis · Sabtu 20 Januari 2018 03:43 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2018 01 20 340 1847757 marak-kekerasan-terhadap-anak-muhammadiyah-gelar-munas-tarjih-kks3Smgn8W.jpg foto: Illustrasi Okezone

JAKARTA - Majelis Tarjih dan Tajdid Pimpinan Pusat Muhammadiyah menggelar Musyawarah Nasional Tarjih Muhammadiyah ke-30 pada 23-26 Januari 2018 di Universitas Muhammadiyah Makassar (Unismuh) dengan sejumlah agenda, salah satunya membahas Fikih Perlindungan Anak.

"Persoalan anak menjadi salah satu persoalan yang penting untuk diperhatikan," kata Ketua Majelis Tarjih dan Tajdid Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Syamsul Anwar di Jakarta, Jumat (19/1/2018).

Dia mengatakan, terdapat banyak kasus terkait anak yang memilukan di antaranya fenomena kasus tindak kekerasan terhadap anak, kejahatan seksual, anak berhadapan dengan hukum, masalah pengasuhan, pendidikan, kesehatan, napza dan pornografi.

Untuk itu, ia mengatakan dibutuhkan sarana yang menjadi dasar rujukan dalam menyikapi berbagai persoalan anak tersebut seperti dengan Fikih Perlindungan Anak.

Fikih dalam Islam merupakan salah satu bidang ilmu yang secara khusus membahas persoalan hukum yang mengatur berbagai aspek kehidupan, baik kehidupan pribadi, bermasyarakat maupun kehidupan manusia dengan Tuhannya.

Munas Tarjih Muhammadiyah bertema "Penguatan Spiritualitas, Perlindungan terhadap Anak dan Pengelolaan Informasi menuju Masyarakat Berkemajuan" itu merupakan suatu forum yang diberi tugas dan wewenang penuh untuk membahas dan mengambil keputusan mengenai hal-hal yang berkaitan dengan masalah keagamaan.

Syamsul mengatakan, dari tema tersebut akan dijabarkan kegiatan yang meliputi sidang komisi dan pleno yang akan membahas Fikih Perlindungan Anak, Fikih Informasi dan Tuntunan Ibadah, seminar fikih lalu lintas dan juga ceramah umum.

Soal pembahasan Fikih Informasi, Syamsul menilai revolusi teknologi informasi membawa perubahan dahsyat yang ditandai oleh kerumitan masalah pada semua ranah, baik sosial, budaya, ekonomi, politik dan keagamaan. Untuk itu, diperlukan tuntunan dalam memecahkan kompleksitas masalah akibat perubahan sosial tersebut.

Munas Tarjih Muhammadiyah akan dibuka oleh Ketua Umum PP Muhammadiyah Haedar Nashir, dilanjutkan dengan Seminar Fikih Lalu Lintas dengan menghadirkan Korlantas Polri, Isran Ramli (pakar rekayasa transportasi dari Universitas Hasanuddin, Makassar), dan Alyasa Abubakar (pakar hukum Islam).

Selain itu, akan hadir juga Ketua Umum PP Muhammadiyah periode 2005-2015 Din Syamsuddin yang akan membahas tema "Politik Transaksional dalam Demokrasi Indonesia".

Peserta Munas terdiri dari Pimpinan Pusat Muhammadiyah, anggota Majelis Tarjih dan Tajdid tingkat pusat, anggota tarjih tingkat pusat, utusan Majelis Tarjih dan Tajdid wilayah dan peninjau dengan jumlah peserta secara keseluruhan adalah 268 orang.

(wal)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini