nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Perjuangan Pengantin di Kubu Raya yang Menikah saat Banjir Menerjang

Ade Putra, Jurnalis · Sabtu 20 Januari 2018 19:03 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2018 01 20 340 1847896 perjuangan-pengantin-di-kubu-raya-yang-menikah-saat-banjir-menerjang-HAUiUQYZD5.jpg (Foto: Ist)

PONTIANAK – Abdul Mu'in dan Dian Indri Widiastuti adalah pengantin baru. Minggu, 14 Januari 2018, pria 28 tahun itu mempersunting wanita 23 tahun tersebut. Namun, proses menghalalkan hubungan keduanya ini tak berjalan mulus seperti yang dibayangkan. Mereka harus sabar dan berjuang melewati rintangan atau musibah alam. Ya, musibah itu berupa kebanjiran.

Pekan lalu, Kota Pontianak dan Kabupaten Kubu Raya, Kalimantan Barat memang diguyur hujan disertai angin kencang. Sejumlah wilayah kebanjiran. Termasuk Gang Hidayah, Jalan Arteri Supadio, Kubu Raya, letak rumah Dian Indri.

Akibat banjir setinggi lutut orang dewasa itu, semua persiapan mulai dari membangun tenda di halaman rumah, dekorasi yang cukup mewah serta musik yang menggelegar tak bisa digunakan sebagaimana mestinya.

Meski demikian, mereka tak pasrah begitu saja. Mereka harus berjuang menjadi raja dan ratu sehari. Semula rencananya akan dilaksanakan di tenda depan rumah, lokasi akad nikah dan resepsi terpaksa dipindahkan.

Akad nikah dihelat di masjid tak jauh dari rumah mempelai wanita. Sedangkan resepsinya, terpaksa menumpang teras ruko di depan gang, pinggir Jalan Arteri Supadio. Luas tenda dan dekorasinya pun seadanya. Itu tak penting bagi mereka. Namun, menyatukan dua keluarga adalah hal terpenting.

(Foto: Ist)

Mempelai pria yang akrab disapa Mu'in ini bercerita. Terhitung sejak 1995, kawasan Gang Hidayah belum pernah banjir. Kejadian pas di momen sakral mereka itu adalah yang kali pertamanya.

"Awalnya kami sudah siapkan di tempat ini, rumah istri saya. Memang banjir. Jadi kami masih menunggu air surut, makanya belum mau pindah ke depan sana. Eh pas besoknya hari H, malamnya air semakin naik. Sampe selutut. Ya sudah pas hari nikahan, pagi-pagi baru dipindahkan ke depan," ceritanya ditemui di rumah istrinya, belum lama ini.

(Foto: Ist)

Menambah waktu, tenaga, dan budget pun tak jadi soal bagi mereka. Asal tamu undangan, keluarga dan kerabat bisa menghadiri hari bahagia itu.

"Kami harus memesan tenda dan kursi tambahan karena tenda yang sudah terpasang depan rumah itu nggak bisa langsung dipindahkan ke depan. Lagi pula pesan tenda tak semudah yang dikira. Harus mengurus ini itu juga," ucapnya.

Meski dengan sederhana, resepsi pernikahan Mu'in dan Dian berjalan dengan lancar sejak pukul 13.00 hingga 20.00 WIB. "Alhamdulillah, semua berjalan lancar. Tamunya juga ramai. Sekitar seribu undangan lah," tutur Mu'in.

(Abdul Mu'in dan Dian Indri Widiastuti. Foto: Ist)

Kendala ini, kata Mu'in, memang harus dilalui. Hitung-hitung sebagai pengalaman dan penyemangat dalam membina mahligai rumah tangga. "Kami jadikan kendala ini sebagai ujian awal dalam membina bahtera rumah tangga. Kami mohon doanya agar kami menjadi pasangan yang sakinah, mawaddah, dan wa rahmah," harapnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini