Image

Polemik Impor Beras Menjadi Bencana Ekonomi Petani

Taufik Budi, Jurnalis · Sabtu 20 Januari 2018 20:45 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2018 01 20 512 1847943 polemik-impor-beras-menjadi-bencana-ekonomi-petani-j8TY8pEAQz.jpg Sudirman Said (Foto: Okezone)

BREBES - Bakal calon gubernur Sudirman Said menerima banyak keluhan dari petani di Brebes Jawa Tengah. Jutaan petani menderita kerugian ekonomi yang sangat besar akibat anjloknya harga dan masuknya produk impor.

"Kami mengadu kepada Pak Dirman (Sudirman Said) sebagai calon pemimpin Jawa Tengah. Kalau nanti terpilih harus memperhatikan nasib petani," kata Ketua Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) Bawang Brebes, Aning Wiyono, Sabtu (20/1/2018).

Hal senada disampaikan Ketua Asosiasi Bawang Indonesia, Juwari. Dia mengatakan, terpuruknya harga bawang merah saat panen bukan kali ini saja. Meski sudah mengadu ke banyak pihak termasuk ke pemerintah pusat, namun belum ada solusi untuk menyelamatkan petani bawang dari keterpurukan harga.

"Setiap musim panen kondisi seperti ini berulang. Tapi selalu tidak ada solusi yang baik untuk petani," tandasnya

Menjawab keluhan petani itu, Sudirman Said, menyampaikan, saat ini dirinya belum punya wewenang untuk menyelesaikan persoalan yang dihadapi petani. Tak hanya petani bawang yang dihantam keterpurukan harga, petani padi karena menghadapi ancaman beras impor.

"Ini bencana ekonomi. Pemerintah harus turun tangan dan harus menunjukkan keberpihakannya pada petani. Sebagaimana bencana yang lainnya, perlu ada penyelamatan agar nasib petani tidak makin terpuruk," terang Sudirman.

Dia berpandangan, sebagai negara agaris maka sewajarnya jika petani mendapat perhatian khusus. Komoditi pertanian yang dihasilkan petani dalam negeri harus diproteksi. Bulog juga harus turun tangan menampung hasil panen petani.

"Sekarang saya baru bisa urun rembuk mencari solusi. Tetapi kalau saya terpilih saya punya program untuk memuliakan petani. Dalam kasus beras misalnya, stok Bulog harus disegarkan. Stok yang lama harus dikeluarkan diganti dengan stok baru dari hasil panen petani, bukan dari beras impor," imbuhnya.

Terkait dengan anjloknya harga bawang, dia menilai Bulog sudah melakukan langkah-langkah strategis. Meski demikian, pembeliannya masih belum bisa menolong petani.

"Mungkin Bulog sedang mempersiapkan infrastruktur untuk penyimpanan bawang. Kita berharap ke depan Bulog bisa lebih berperan dalam menyelamatkan harga bawang yang setiap tahun selalu jatuh di saat panen," lugasnya.

(muf)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini