Balita di Purbalingga Masih Dihantui Gizi Buruk

Sucipto Cipto, Jurnalis · Minggu 21 Januari 2018 01:02 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2018 01 20 512 1847979 balita-di-purbalingga-masih-dihantui-gizi-buruk-ywe49S59kP.jpg foto: Illustrasi

PURBALINGGA - Kasus gizi buruk di Purbalingga masih menjadi momok hingga awal tahun 2018. Menurut catatan Dinas Kesehatan (Dinkes) Purbalingga, ada 16 kasus gizi buruk yang diderita oleh Balita Purbaingga hingga Januari 2018.

Kepala Dinkes Kabupaten Purbalingga, Hanung Wikantono menjelaskan bahwa pada tahun 2018, Dinkes memiliki pekerjaan rumah sebanyak 58 kasus gizi buruk yang tersebar di 12 kecamatan di Purbalingga.

Hanung mengklaim sampai Januari 2018, 42 kasus sudah ditangani. Sisanya, sebanyak 16 kasus gizi buruk diderita oleh balita masih belum terselesaikan.

“Ke-16 balita tersebut sudah ditangani tapi masih mengalami gizi buruk," kata Hanung kepada Okezone, Sabtu (20/1/2018).

 (Baca juga: Mensos Pastikan Penanganan Gizi Buruk & Campak di Asmat Ditangani dengan Baik)

Ia menjelaskan bahwa 16 balita itu tersebar di delapan kecamatan. Di Kecamatan Mrebet ada enam kasus, di Kecamatan Kemangkon, Pengadegan, Karangmoncol masing-masing sebanyak dua kasus, di Kecamatan Bukateja, Kejobong, Purbalingga dan Kalimanah masing-masing ada satu kasus.

Terkait dengan kasus gizi buruk yang masih belum tuntas ini, Hanung mengatakan, Dinkes telah melakukan upaya dalam menekan permasalahan gizi buruk. Antara lain dengan pengobatan gizi buruk, pemberian makan tambahan anak sekolah (PMTAS), mendorong pemberian ASI Ekslusif.

 (Baca juga: Dokkes Polda Papua Sisir Kampung Wabah Campak)

Selain itu, Pemkab Purbalingga juga telah menghibahkan 50 tempat penyimpanan ASI kepada 32 perusahaan dan delapan organisasi perangkat daerah (OPD).

Hal tersebut dilakukan karena tingkat cakupan ASI ekslusif tahun 2017 di Kabupaten Purbalingga hanya 68,8 persen dari target 80 persen.

“Diharapkan dengan ASI, bayi dapat berkembang secara optimal dan memiliki daya tahan tubuh yang baik sehingga angka kematian bayi dapat berkurang,” pungkasnya.

(wal)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini