Kader Gerindra Ditembak Brimob, Pihak Lipss Club Ngaku TKP Bukan di Parkirannya

Putra Ramadhani Astyawan, Jurnalis · Senin 22 Januari 2018 05:01 WIB
https: img.okeinfo.net content 2018 01 22 338 1848233 kader-gerindra-ditembak-brimob-pihak-lipss-club-ngaku-tkp-bukan-di-parkirannya-kBNF1i9hEG.jpg Lipss Club & Karaoke. (Foto: Putra R/Okezone)

BOGOR - Manajemen Lipss Club & Karaoke menyangkal perisitiwa tewasnya kader Partai Gerindra Fernando Alan Joshua Wowor (25) yang tertembak peluru anggota Brimob terjadi bukan di parkiran miliknya.

"Saya itu dapat laporan dari karyawan kejadian kemarin bukan di parkiran Lipss, tetapi di depan ruko depan dekat jalan raya," kata pemilik Lipss & Karaoke Edi Susanto, kepada wartawan, Minggu 21 Januari 2018.

Edi menegaskan, tempat kejadian perkara yang sekarang tengah diberi garis polisi itu berjarak sekitar 50 meter ke parkiran Lipss yang berada di dalam. Parkiran itupun merupakan parkiran umum. "Cukup jauh jaraknya ke parkiran kita, sekitar 50 meter. Lagipula itu parkiran ruko dan umum, siapapun bisa parkir di situ. Kalau parkiran kita kan di dalam, jadi memang bukan punya kita," tegas Edi.

Pihaknya pun menyayangkan tempat usahanya itu ikut terbawa dalam kasus penembakan. Selain bukan terjadi di area Lipss, karyawan maupun keamanan saat kejadian tidak mengetahui peristiwa tersebut. "Sama sekali tidak tahu. Waktu kejadian, kata karyawan saya hanya dengar tembakan baru melihat ke lokasi. Jadi benar-benar tidak tahu kejadian yang sebenarnya karena di depan kan," paparnya.

(Foto: Putra R/Okezone)

Sementara, terkait rencana Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor yang akan mengkaji ulang perizinan operasi Lipss, pihaknya mengaku siap diperiksa. Menurutnya, selama ini tempat usahanya selalu mematuhi aturan.

(Baca juga: Kronologi Penembakan Kader Gerindra di Bogor Versi Rekannya)

"Izin kita berusaha sudah kita lengkapi semuanya. Tapi kalau memang ada perubahan administrasi kita belum tahu. Tapi yang jelas surat kami lengkap dan selalu mengikuti aturan yang ada," ungkapnya.

Hingga kini, belum ada komunikasi lebih lanjut dari Pemkot Bogor kepada manajemennya terkait hal tersebut. Edi pun berencana akan kembali beroperasi secara normal mulai Senin 22 Januari 2018. "Kalau salah silakan, saya terima. Tapi kalau tidak salah dan ikuti aturan sampai mau ditutup kenapa?. Tadi memang kita tutup sementara, itu inisiatif saya. Rencana besok kita mulai buka lagi," tandasnya.

Seperti diketahui, seorang kader Gerindra Fernando Wowor (25) tewas usai tertembak pistol milik anggota Brimob Briptu AR di parkiran ruko, Sukasari, Kota Bogor pada Sabtu 20 Januari 2018 dini hari.

(Baca juga: Wagub Sandiaga Sampaikan Duka Cita Tewasnya Kader Gerindra di Bogor)

Saat kejadian, Briptu AR yang tengah bersama calon istrinya itu diduga terlibat cekcok mulut dengan korban dan teman-temannya hanya karena keduanya tidak mau mengalah terkait parkir kendaraan. 

Tiba-tiba, AR berusaha mengeluarkan senjata api yang dibawanya dan terjadi perebutan senjata antara korban dan AR. Kemudian senjata api jenis glock itupun meletus dan mengenai dada korban.

Korban pun tewas saat tiba di RS Vania, Kota Bogor sebelum dapat pertolongan dokter. Sementara, AR mengalami luka-luka usai dikeroyok teman korban dan dilarikan ke RS Polri Kramatjati, Jakarta.

(qlh)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini