KPK Tetapkan Bupati Kebumen Yahya Fuad Tersangka Suap dan Gratifikasi

Puteranegara Batubara, Jurnalis · Selasa 23 Januari 2018 18:15 WIB
https: img.okeinfo.net content 2018 01 23 337 1849169 kpk-tetapkan-bupati-kebumen-yahya-fuad-tersangka-suap-dan-gratifikasi-9kvzyawuL1.jpg Juru Bicara KPK Febri Diansyah memberi keterangan pers (Antara)

JAKARTA - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) resmi menetapkan Bupati Kebumen, Jawa Tengah, Mohammad Yahya Fuad sebagai tersangka dalam kasus suap dan gratifikasi terkait pengadaan barang dan jasa menggunakan APBD Kebumen 2016.

Juru Bicara KPK Febri Diansyah mengatakan, selain Bupati Kebumen, penyidik juga manaikkan status dua saksi lain menjadi tersangka kasus serupa. Kedua tersangka adalah Komisaris PT KAK berinisial KML dan warga kalangan swasta, HA.

"Kami sampaikan pengembangan perkara di daerah. Dan tetapkan tiga orang tersangka termasuk kepala daerah," kata Febri dalam jumpa pers di Gedung KPK, Jakarta, Selasa (23/1/2018).

Febri menuturkan dalam kasus ini, Yahya selaku Bupati Kebumen bersama dengan HA diduga telah menerima janji atau hadiah. Menurut Febri, pemberian hadiah itu berkaitan dengan proyek yang dianggarkan dalam APBD.

Dalam kasus suap ini, Yahya dan HA dijerat Pasal 12 huruf a atau Pasal 12 huruf b atau pasal 11 Undang-Undang Nomor 31/1999 sebagaimana diubah dalam Undang-Undang Nomor 30/2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi jo Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP.

Sementara itu, Febri memaparkan terkait dengan gratifikasi, Yunus dan HA diduga bersama-sama menerima gratifikasi terkait dengan jabatan seorang penyelenggara negara.

Terkait gratifikasi, Yahya dan HA disangkakan Pasal 12 B Undang-Undang Nomor 31/1999 sebagaimana diubah dalam Undang-Undang Nomor 30/2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi jo Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP.

Sedangkan, KML selaku pemberi suap dan gratifikasi dijerat dengan Pasal 5 ayat 1 huruf a atau pasal 5 ayat 1 b atau pasal 13 UU 31/1999 tentang Pemberantasan Tipikor sebagaimana telah diubah dengan UU 20/2001 jo pasal 55 ayat 1 ke-1 KUHP.

 

(sal)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini