nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Paus Fransiskus Sebut Penyebaran Hoax Adalah Perbuatan Setan

Wikanto Arungbudoyo, Jurnalis · Rabu 24 Januari 2018 23:02 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2018 01 24 18 1849826 paus-fransiskus-sebut-penyebaran-hoax-adalah-perbuatan-setan-xPyRTXRkvM.jpg Paus Fransiskus menyebut penyebaran berita palsu sebagai perbuatan setan (Foto: Tony Gentile/Reuters)

VATIKAN – Pemimpin Umat Katolik Roma, Paus Fransiskus, mengutuk penyebaran berita bohong atau hoax sebagai perbuatan setan. Ia mengimbau agar para jurnalis dan penggiat media sosial menghindari penyebaran berita palsu yang memicu perpecahan demi melayani kepentingan politik serta ekonomi tertentu.

“Berita bohong adalah tanda sikap intoleransi dan hipersensitif, dan hanya akan menyebarkan arogansi serta kebencian. Itu adalah akhir dari kebohongan,” ujar Paus Fransiskus dalam dokumen resmi, mengutip dari Reuters, Rabu (24/1/2018).

“Menyebarkan berita palsu dapat digunakan untuk memajukan tujuan tertentu, memengaruhi keputusan politik, dan kepentingan ekonomi tertentu,” imbuh pria asal Argentina itu.

Dokumen berjudul “Kebenaran Membebaskan – Berita Palsu dan Jurnalistik untuk Perdamaian” itu diterbitkan dalam rangka Hari Komunikasi Sosial Gereja Katolik yang jatuh pada 13 Mei mendatang. Paus Fransiskus juga mengecam penggunaan media sosial untuk kepentingan manipulatif.

“Berita palsu tapi bisa dipercaya ini menjadi awal keributan, karena menangkap perhatian orang-orang dengan memberikan stereotip serta prasangka sosial umum yang bisa mengeksploitasi emosi sesaat, seperti kegelisahaan, penghinaan, kemarahan, dan frustrasi,” urai pria bernama asli Jorge Mario Bergoglio itu.

Paus Fransiskus menyatakan, cerita-cerita palsu dapat menyebar dengan cepat sehingga penyangkalan pun tidak mampu memperbaiki kerusakan yang terjadi. Akibatnya, banyak orang yang dapat dengan cepat menjadi kaki tangan penyebaran gagasan yang bias dan tidak berdasar meski sebenarnya tidak bersedia.

Pria berusia 81 tahun itu yakin lewat pendidikan kejujuran akan membantu orang-orang untuk memahami, mengevaluasi, dan mengerti sebuah berita dengan lebih mendalam. Dengan demikian, orang-orang bisa mengenali rayuan licik dan berbahaya yang muncul dengan argumen palsu nan memikat.

Ia mengambil contoh berita palsu dengan kisah Adam dan Hawa yang ditipu Iblis yang menyamar sebagai ular dalam Kitab Kejadian di Injil. Paus Fransiskus menyampaikan, Hawa ditipu dengan berita palsu oleh ular yang mengatakan bahwa dirinya dan Adam akan menjadi serupa dengan Tuhan jika memakan buah dari pohon terlarang.

Juru bicara Vatikan, Greg Burke, mengklarifikasi pernyataan Paus Fransiskus. Mantan jurnalis itu yakin Sri Paus tidak berniat menyebut bahwa semua wartawan adalah ular, tetapi mereka punya tendensi tersebut sehingga harus berhati-hati.

(fzy)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini