BMKG Hibahkan 9 Unit Sirene Tsunami pada Pemprov Bali

Nurul Hikmah, Jurnalis · Rabu 24 Januari 2018 09:17 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2018 01 24 340 1849398 bmkg-hibahkan-9-unit-sirene-tsunami-pada-pemprov-bali-AfDP4EgGTt.jpg BMKG hibahkan 9 sirene tsunami pada Pemprov Bali (Foto: Nurul/Okezone)

DENPASAR - Demi memperkuat sistem keamanan, Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) menyerahkan hibah berupa 3 unit sirene (proteksi lingkungan) dan 6 unit sirene (signal) kepada Pemerintah Provinsi Bali, yang digunakan sebagai perangkat perintah sebagai peringatan dini tsunami.

Penyerahan dilakukan langsung oleh Kepala BMKG Dwikorita Karnawat kepada Gubernur Bali Made Mangku Pastika, di Ruang Kerja Gubernur Bali, Denpasar, Selasa 23 Januari 2018. Kesembilan sirene tsunami tersebut telah terpasang di sejumlah lokasi seperti di Kuta, Tanjung Benoa, Sanur, Seminyak, Seririt, dan Nusa Dua.

Seusai penandatanganan naskah perjanjian hibah, Gubernur Bali Made Mangku Pastika menyampaikan apresiasinya atas perhatian dari BMKG terhadap peningkatan sistem keamanan di Bali, mengingat sebagai daerah tujuan pariwisata dunia faktor keamanan menjadi hal yang utama.

Terlebih di bulan Oktober, Bali akan menjadi tuan rumah perhelatan akbar pertemuan IMF–World Bank. “Keamanan Bali adalah hal utama. Wisatawan yang datang berlibur harus merasa aman dan nyaman. Untuk itu sistem keamanan dan kesiapsiagaan dalam menghadapi bencana kita perkuat terus,“ katanya.

Dia mengatakan, di samping penguatan sistem keamanan dengan pemasangan sirene, pihaknya juga meminta agar dilakukan langkah sosialisasi serta simulasi bencana yang dilakukan secara teratur sehingga masyarakat akan paham betul apa yang harus dilakukan jika bencana terjadi.

Manajemen penanganan bencana juga harus terus dimantapkan mengingat bencana bisa datang kapan saja. Ia juga menyampaikan apresiasinya atas kerja keras dari BMKG yang telah menjadi sumber informasi bagi masyarakat tidak hanya terkait prakiran cuaca namun bencana seperti gempa bumi, tanah longsor, tsunami dan gunung meletus.

Ke depannya, BMKG diharapkan terus melakukan inovasi seiring dengan perkembangan teknologi sehingga informasi kepada masyarakat bisa tersampaikan dengan cepat.

Sementara itu Kepala BMKG Dwikora Karnawati, menyampaikan bahwa pihaknya selalu siap mendukung segala upaya untuk mewujudkan kenyamanan dan keamanan Bali.

Pihaknya terus berupaya melakukan inovasi dalam menyampaikan informasi kepada masyarkat, dan untuk saat ini sudah tersedia layanan aplikasi melalui mobile phone untuk melihat prakiran cuaca maupun bencana yang terjadi.

Menghadapi acara IMF–World, Kepala BMKG telah mencanangkan untuk meningkatkan pelayanan informasi dengan meningkatkan instrumen pelayanan di Bandara Ngurah Rai sehingga keamanan akan benar benar terjamin.

“Bandara Ngurah Rai menjadi prioritas kami, kami akan terus berinovasi. BMKG siap memperkuat sistem keamanan Bali,“ tutupnya.

(aky)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini