nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Puluhan Kapal Pukat Trawl Beraksi di Laut, Nelayan Minta Pemerintah Bertindak

Erie Prasetyo, Jurnalis · Rabu 24 Januari 2018 21:35 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2018 01 24 340 1849836 puluhan-kapal-pukat-trawl-beraksi-di-laut-nelayan-minta-pemerintah-bertindak-L1LiHFLTbH.jpg Kapal pukat ikan jenis trawl. (Foto: Erie Prasetyo/Okezone)

MEDAN – Nelayan tradisional pada hari ini memergoki aksi puluhan kapal pukat trawl yang sedang menangkap ikan di zona tangkap nelayan kecil di Kota Sibolga dan Kabupaten Tapanuli Tengah, Sumatera Utara.

Saat dipergoki, puluhan kapal itu sedang menarik pukat ikan jenis trawl di zona tangkap nelayan kecil di wilayah Perairan Pulau Situngkus atau sekira 20 mil dari Pulau Ilik, Kabupaten Tapanuli Tengah.

Meski aksi penangkapan tersebut diketahui langsung nelayan kecil, awak kapal trawl tidak menghentikan aktivitas dan tetap menarik pukat di zona tangkap nelayan kecil.

Para nelayan kecil asal Sibolga dan Tapanuli Tengah menilai bebas beraktivitasnya kapal-kapal pukat ikan jenis trawl itu disebabkan lemahnya pengawasan dari pihak berwajib yakni Angkatan Laut serta Kesatuan Pengawas Laut dan Pantai (KPLP) Kota Sibolga.

"Semua aparat di sini lemah dalam melakukan pengawasan dan menjalankan Kepmen KKP (Keputusan Menteri Kelautan dan Perikanan). Kami harap ada tindakan tegas dari pemerintah pusat," ujar Ketua Kelompok Nelayan Tolong-Menolong (KNTM) Kota Sibolga Ikmaluddin Lubis, Rabu (24/1/2018).

(Baca: Nyolong Ikan 1 Ton di Selat Malaka, Nelayan Thailand Dituntut Rp200 Juta)

Padahal, Kementerian Kelautan Perikanan (KKP) telah membuat larangan beroperasinya kapal pukat ikan jenis trawls di wilayah Pantai Barat Sumatera.

Itu sesuai Permen KKP Nomor 2 terkait Pelarangan Pengunaan Alat Tangkap Jenis Trawl dan Cantrang. Namun, hal tersebut dilanggar oleh kapal-kapal trawl yang diduga milik pengusaha asal Kota Sibolga.

"Kelompok nelayan di Sibolga berharap petugas gabungan keamanan laut Sibolga lebih ketat menjalankan peraturan yang ditetapkan pemerintah. Jika tidak mampu, maka nelayan kecil tradisional Sibolga dikhawatirkan berbuat demi selamatnya laut," pungkasnya.

(han)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini