nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Jokowi Kukuhkan 66 Tahun Hubungan Baik Indonesia-Sri Lanka

Fakhrizal Fakhri , Jurnalis · Kamis 25 Januari 2018 12:05 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2018 01 25 18 1849999 jokowi-kukuhkan-66-tahun-hubungan-baik-indonesia-sri-lanka-NyKLxeaZiy.jpg Presiden RI Joko Widodo dalam kunjungan kenegaraan di Sri Lanka. (Foto: Biro Setpres RI)

COLOMBO - Setelah 39 tahun, presiden Republik Indonesia akhirnya kembali mengunjungi Sri Lanka. Kunjungan yang dilakukan Presiden Joko Widodo (Jokowi) ini sekaligus menandai eratnya hubungan diplomatik antara kedua negara.

"Tahun ini kita juga memperingati 66 tahun hubungan diplomatik antara Indonesia dengan Sri Lanka," ucap Menteri Luar Negeri Retno Marsudi kepada wartawan di Colombo, Sri Lanka, Rabu malam 24 Januari 2018, seperti dikutip dari keterangan tertulis Istana Kepresidenan, Kamis (25/1/2018).

Sri Lanka menjadi negara pertama yang disinggahi Jokowi dan rombongan dalam kunjungan kerja ke lima negara Asia Selatan. Setelah Sri Lanka, Jokowi bertolak ke India, lalu melanjutkan perjalanan ke Pakistan, Bangladesh dan Afghanistan.

Di Sri Lanka sendiri, Presiden Jokowi juga berbicara empat mata dengan Presiden Maithripala Sirisena di Presidential Secretariat. Kedua kepala pemerintahan itu juga menggelar pertemuan pleno dengan anggota kabinet kedua negara.

Menlu Retno menjelaskan, pertemuan tersebut membahas bebagai usulan kerjasama bidang perkeretaapian, khususnya yang melibatkan PT INKA dan mitranya di Sri Lanka. Hal lain yang juga dibahas adalah ketertarikan Indonesia untuk turut berpartisipasi di dalam pembangunan infrastruktur di Sri Lanka yang tengah dilakukan secara besar-besaran.

"Kedua kepala negara juga sepakat akan dibentuk Joint Consultant Meeting secara reguler yang akan diketuai menteri luar negeri kedua negara," imbuh Retno.

Di sisi lain, Presiden Maithripala Sirisena mengharapkan adanya tambahan siswa Lemhanas dari Sri Lanka. Ia juga berharap ada peningkatan capacity building di bidang pendidikan dan pariwisata, yakni pemberdayaan guru dan pemandu wisata.

"Presiden juga merespons secara positif permintaan-permintaan tersebut," ucap Retno.

Kedua presiden menyaksikan penandatanganan tiga kerja sama antara Indonesia dengan Sri Lanka yaitu penandatanganan MoU Kerja Sama SAR untuk meningkatkan kemampuan aeronautical dan maritime Search and Rescue (SAR); MoU Kerja Sama Pendidikan Tinggi dan mendorong realisasi konkret kerja sama ini melalui Pengembangan kapasitas bagi pengajar dan mahasiswa; Pembentukan jejaring kerja sama riset antar universitas dan pusat penelitian; dan penandatanganan MoU Kerja Sama Pemberantasan Pengedaran Narkoba dan Psikotropika dengan fokus pada Penegakan hukum dan Pembangunan kapasitas. Telah pula ditandatangani MOU Kerjasama antara Kamar Dagang dan Industri kedua negara.

Turut hadir mendampingi Presiden Jokowi dalam pertemuan bilateral tersebut, Menteri Koordinator bidang Perekonomian Darmin Nasution, Menteri Luar Negeri Retno Marsudi, Sekretaris Kabinet Pramono Anung, Koordinator Staf Khusus Presiden Teten Masduki, Duta Besar Indonesia untuk Sri Lanka I Gusti Ngurah Ardiyasa, Kepala BNN Komjen Budi Waseso dan Kepala BNPP (Basarnas) Marsekal Madya TNI Muhammad Syaugi.

(dka)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini