Share

2 Nelayan Ditangkap karena Kedapatan Mencuri 59 Butir Telur Penyu

Khalis Surry, Okezone · Jum'at 26 Januari 2018 12:31 WIB
https: img.okezone.com content 2018 01 26 340 1850514 2-nelayan-ditangkap-karena-kedapatan-mencuri-59-butir-telur-penyu-0DhL30CCoq.jpg Telur Penyu Dicuri di Pulau Sikandang, Kepulauan Banyak, Aceh Singkil (foto: Ist)

BANDA ACEH - Satuan Reserse Kriminal (Reskrim) Polres Kabupaten Aceh Singkil mengamankan 2 pelaku pencurian telur penyu di Pulau Sikandang, Kecamatan Pulau Banyak, Aceh Singkil.

Kedua warga yang diamankan ialah Armayadi (40) dan Sardianto (26) warga kabupaten setempat yang berporfesi sebagai nelayan. Di lokasi kejadian, mereka ditangkap petugas Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Kabupaten Singkil.

(Baca Juga: Jual Kulit Harimau Sumatera, Ismail Dihukum 2 Tahun Penjara)

"Benar, yang menangkap BKSDA Kepulauan Banyak, Kabupaten Aceh Singkil," kata Kasat Reskrim Polres Aceh Singkil, AKP Agus Riwayanto Diputra kepada Okezone.

Agus menjelaskan, penangkapan itu terjadi ketika yayasan Save Aceh Nature tengah mengadakan kegiatan pembersihan pesisir pantai dari sampah plastik di kawasan Pulau Bengkaru, Kecamatan Pulau Banyak, Aceh Singkil.

Saat menuju ke tempat acara, para anggota yayasan tersebut menumpangi boat nelayan milik kedua tersangka. "Lalu dari dalam boat ditemukan telur penyu jenis penyu hijau yang dimasukkan di dalam karung sebanyak 59 butir, yang di letakkan di bawah tali jangkar," jelas Agus.

Setelah petugas BKSDA melakukan penangkapan, kedua tersangka tersebut beserta barang bukti diserahkan kepada pihak Polsres Aceh Singkil, untuk diproses hukum lebih lanjut.

Diketahui, kedua pelaku itu mencuri telur salah satu satwa yang dilindungi tersebut dengan alasan akuinya untuk dikonsumsi sendiri.

"Iya pak. Tadi sore baru diserahkan ke Polres, untuk boat tidak kita amankan," ujar Agus.

(Baca Juga: Polisi dan BKSDA Sita Buaya dan Dua Burung Langka dari Rumah Mewah)

Kini, para tersangka telah diamankan di rumah tahanan Polres Aceh Singkil. Untuk tindaklanjut proses hukum, kata Agus, polisi akan segera melengkapi berkas agar segera diserahkan kepada jaksa penuntut umum, dan diproses sesuai undang-undang.

"Setiap orang yang mengambil, merusak, memusnahkan, memperniagakan, menyimpan atau memiliki telur dan atau sarang satwa yang dilindungi harus dihukum," pungkas Agus.

Baca Juga: Peringati Hari Lahir Pancasila, Pengawas KKP Lakukan Upacara Bawah Laut

(fid)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini