nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Cegah Kepanikan, Penyandang Tunanetra di Bandung Ikut Simulasi Gempa

Oris Riswan, Jurnalis · Jum'at 26 Januari 2018 13:38 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2018 01 26 525 1850577 cegah-kepanikan-penyandang-tunanetra-di-bandung-ikut-simulasi-gempa-2ZmF8VzqdF.jpg Simulasi gempa bumi di PSBN Wyataguna, Kota Bandung. (Foto: Oris Riswan/Okezone)

BANDUNG - Suasana Panti Sosial Bina Netra (PSBN) Wyataguna, Kota Bandung, Jawa Barat pada Jumat (26/1/2018) siang awalnya seperti hari-hari biasa. Namun, tiba-tiba, pengeras suara berbunyi, seseorang mengumumkan telah terjadi gempa bumi. Semua orang diminta untuk keluar ruangan dan berkumpul di lapangan.

Kepanikan pecah. Sekira 100 penyandang tuna netra dan low vision di panti itu pun berhamburan keluar gedung untuk berkumpul di halaman. Ada yang berlari secara berkelompok sambil memegang pundak teman-temannya sambil berteriak-teriak 'gempa', ada yang menggotong orang terluka menggunakan tandu. Tidak hanya itu, ambulans juga berlalu-lalang untuk segera memberikan perawatan kepara orang yang terluka.

Meski begitu, sesekali terlihat ada penghuni panti yang tertawa saat proses evakuasi berlangsung. Meski begitu, mereka tetap mengikuti arahan petugas untuk menyelamatkan diri.

Simulasi gempa bumi di PSBN Wyataguna, Kota Bandung. (Foto: Oris Riswan/Okezone)

Nyatanya, ini bukanlah peristiwa sungguhan. Melainkan hanya simulasi tanggap bencana gempa bumi bagi warga PSBN Wyataguna. Selama simulasi, para peserta pun mendapat pengarahan tentang apa yang harus dan tidak boleh dilakukan jika menghadapi gempa bumi.

Kepala PSBN Wyataguna Cecep Sutriaman mengatakan, simulasi bencana itu sengaja dilakukan agar para siswa baru dan lama mengerti yang harus dilakukan saat terjadi bencana.

Sebab, selama ini penyandang disabilitas banyak yang tidak tahu apa yang harus dilakukan saat terjadi bencana. Itu karena edukasi terhadap mereka kurang terperhatikan.

"Makanya kami memasukkan kegiatan tentang bagaimana pengendalian bila ada bencana. Kami buat seakan-akan Bandung sedang ada gempa bumi. Di sini kami latihan, kalau ada gempa harus lari ke mana, bagaimana keamanannya, ini yang penting," kata Cecep.