Ahli Oseanografi Australia Optimis MH370 Ditemukan dalam 1 Bulan

Wikanto Arungbudoyo, Okezone · Senin 29 Januari 2018 10:15 WIB
https: img.okezone.com content 2018 01 29 18 1851534 ahli-oseanografi-australia-optimis-mh370-ditemukan-dalam-1-bulan-Git1q25luD.JPG Ocean Infinity meluncurkan Kapal Seabed Constructor untuk mencari keberadaan pesawat Malaysia Airlines MH370 (Foto: The Star)

CANBERRA – Ahli Oseanografi (ilmu kelautan) dari Badan Sains Nasional Australia (CSIRO), David Griffin, optimis bahwa pesawat Malaysia Airlines MH370 yang hilang dapat ditemukan dalam waktu satu bulan ke depan. Optimisme itu disuarakan setelah upaya pencarian kembali dilanjutkan oleh perusahaan eksplorasi bawah laut Amerika Serikat (AS), Ocean Infinity, pekan lalu.

“Kami sangat berharap mereka (Ocean Infinity) dapat menemukan pesawat dalam waktu satu bulan pertama pencarian. Malaysia memberi mereka waktu tiga bulan. Kita sudah masuk pekan pertama sekarang. Kita bisa mendengar informasi dari mereka dalam beberapa pekan mendatang,” ucap David Griffin, mengutip dari Asian Correspondent, Senin (29/1/2018).

BACA JUGA: Malaysia Kontrak Ocean Infinity untuk Lanjutkan Pencarian MH370 

BACA JUGA: Pesawat MH370 Ditemukan, Perusahaan AS Bakal Dibayar Rp940 Miliar

Pemerintah Malaysia sudah sepakat untuk membayar Ocean Infinity hingga USD70 juta jika mereka berhasil menemukan bangkai pesawat MH370 dalam waktu 90 hari. Ocean Infinity sudah mengerahkan kapal Seabed Constructor dari Durban, Afrika Selatan, untuk mencari bangkai pesawat sejak 3 Januari.

Ocean Infinity membawa delapan kapal selam kecil yang akan memeriksa dasar laut dengan peralatan pemindai yang akan memberikan informasi guna dianalisis. Kementerian Penerbangan Sipil Malaysia mengatakan, pencarian oleh kapal Seabed Constructor itu sudah dimulai pada Senin 22 Januari.

BACA JUGA: Mantap! Perusahaan Eksplorasi AS Tawarkan Bantuan Pencarian MH370 Tanpa Memungut Biaya 

Profesor Oseanografi Pantai dari University of Western Australia, Charitha Pattiaratchi menerangkan, delapan kapal selam kecil itu dapat mencari di area yang lebih luas dengan lebih cepat daripada sistem pemindai yang digunakan dalam operasi pencarian sebelumnya.

“Jika mereka tidak menemukan apa pun dalam waktu 90 hari, saya pikir itu akan menjadi akhir untuk puluhan tahun mendatang. Ini semacam upaya terakhir,” kata Charitha Pattiaratchi.

Sebagaimana diberitakan, pesawat Malaysia Airlines MH370 hilang pada 8 Maret 2014 tidak lama setelah lepas landas dari Bandara Internasional Kuala Lumpur (KLIA) menuju Beijing, China. Burung besi itu hilang bersama dengan 239 orang yang berada di dalam kabin.

BACA JUGA: Hilangnya MH370, Tragedi dengan Sejumlah Misteri 

BACA JUGA: Perusahaan AS Kerahkan Kapal Cari Bangkai Pesawat Malaysia Airlines MH370

Pesawat diperkirakan berbelok arah hingga jatuh ke perairan Samudera Hindia. Operasi pencarian MH370 lantas dilakukan oleh tim gabungan dari Australia, Malaysia, dan China, di area seluas 120 kilometer persegi. Operasi yang telah menelan biaya hingga ratusan juta dolar Amerika Serikat (AS) itu dihentikan pada Januari 2017.

Akan tetapi, Ocean Infinity kemudian menawarkan kelanjutan upaya pencarian kepada pemerintah Malaysia dengan syarat tidak akan dibayar jika pesawat MH370 tidak ditemukan. Negeri Jiran lantas memberi kontrak senilai USD740 juta (setara Rp940 miliar) apabila Ocean Infinity berhasil menemukan bangkai pesawat atau kotak hitam MH370 dalam 90 hari.

(war)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini