nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Tiga Kurir Narkoba Ditangkap Polisi saat Antar 73 Kg Ganja ke Padang

Wahyudi Aulia Siregar, Jurnalis · Selasa 30 Januari 2018 02:30 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2018 01 30 340 1851951 tiga-kurir-narkoba-ditangkap-polisi-saat-antar-73-kg-ganja-ke-padang-oxdAEbomVV.jpg Barang bukti ganja dan pelaku diamankan polisi (Foto: Wahyudi/Okezone)

MEDAN - Personel Polsek Kualuh Hulu, Labuhanbatu, Sumatera Utara, berhasil menangkap tiga orang kurir narkoba asal Deliserdang, Sumut, yang akan mengantar narkoba jenis ganja ke Padang, Sumatera Barat.

Ketiganya adalah Karlos (38), Sutrisno (30) dan Arbianto (34). Dari ketiganya, Polisi berhasil menyita barang bukti sebanyak 73 bungkus ganja kering dengan berat sekira 73 kilogram.

Kapolsek Kualuh Hulu, AKP Ronson Sihombing mengatakan, penangkapan terhadap ketiga kurir narkoba ini bermula dari informasi yang mereka terima dari masyarakat, terkait adanya rencanya pengiriman narkoba melalui jalur darat, melewati Kualuh Hulu.

 (Baca: Jadi Bandar Sabu, Ibu Beranak 3 Ini Terancam Hukuman Mati)

Berbekal informasi tersebut, pihaknya kemudian melakukan razia di Jalan Lintas Sumatera ruas Aek Kanopan. Dalam razia tersebut, sejumlah kenderaan yang dicurigai langsung dilakukan pemeriksaan. Termasuk mobil minibus BB 1067 WA yang ditumpangi para tersangka.

"Begitu kita menghentikan mobil yang kita curigai, kita lalu lakukan pemeriksaan dan berhasil mengamankan ketiga tersangka bersama barang buktinya. Satu tersangka sempat mencoba melarikan diri, tapi berhasil kita tangkap," ujar Ronson, Senin 29 Januari 2018.

Ronson menyatakan, ketiga tersangka kini sudah diboyong ke Mapolres Labuhanbatu untuk menjalani pemeriksaan intensif guna kepentingan penyelidikan lebih lanjut. Dari pemeriksaan sementara, diketahui barang haram itu didapat dari Aceh dan akan dikirim ke Padang. Atas perbuatannya, ketiga tersangka kini dijerat dengan Undang-Undang Nomor 35 tahun 2009 dengan ancaman di atas lima tahun penjara.

 (Baca juga: BNN Tangkap Oknum Petugas Lapas Kelas II B Tana Toraja)

"Saya hanya disuruh bawa mobil. Tapi jumlahnya berapa saya enggak tahu. Barangnya dari Aceh dan kami disuruh bawa ke padang. Sekarang saya menyesal," ujar Karlos.

(ulu)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini