Siram Kopi Panas ke Mertua, Menantu Diganjar Hukuman 9 Bulan Penjara

Wahyudi Aulia Siregar, Okezone · Selasa 30 Januari 2018 22:21 WIB
https: img.okezone.com content 2018 01 30 340 1852403 siram-kopi-panas-ke-mertua-menantu-diganjar-hukuman-9-bulan-penjara-jDu5PZPlJV.jpg Pelaku penyiraman kopi (foto: Okezone)

MEDAN – Majelis hakim pada Pengadilan Negeri Medan, menjatuhkan pidana penjara selama 9 bulan kepada Elyana, terdakwa pelaku penyiram kopi panas terhadap mertuanya sendiri. Aksi penyiraman itu terjadi di salah satu rumah kerabat mereka di Komplek Krakatau Resident, Jalan Krakatau, Medan pada Senin tanggal 17 Juli 2017 lalu.

Dalam amar putusannya, majelis hakim yang diketuai hakim Riana Pohan, menyatakan bahwa berdasarkan hasil pemeriksaan di persidangan, terdakwa telah terbukti secara sah dan meyakinkan melakukan penganiayaan dengan menyiramkan kopi panas ke tubuh korban Carisa, hingga membuat tubuh mertuanya itu mengalam luka bakar. Perbuatan terdakwa melanggar Pasal 351 ayat (1) KUHPidana Tentang Penganiayaan

"Mengadili, menyatakan terdakwa Elyana terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah telah melakukan tindak pidana penganiayaan. Menjatuhkan hukuman kepada terdakwa dengan pidana penjara selama 9 bulan," ungkap hakim Riana Pohan di Ruang Cakra II PN Medan, Selasa (30/1/2018).

‎Menanggapi putusan tersebut, penasehat hukum terdakwa, Dede Gunawan langsung menyatakan banding. "Kami banding majelis. Putusan ini tidak mencerminkan rasa keadilan," ujar Dede.

Berbeda dengan penasehat hukum terdakwa, Jaksa Penuntut Umum (JPU) Nur Ainun yang menuntut terdakwa selama 1 tahun enam bulan penjara menyatakan pikir-pikir. "Pikir-pikir majelis," ucap JPU.

Dalam dakwaan JPU, penyiraman air kopi itu dasari dengan perselisihan dalam rumah tangga antara terdakwa Elyana dengan suaminya, Chandra Chan. Namun, dalam dakwaan yang diperoleh wartawan, tidak jelasi secara detail apa penyebab perselisihan keluarga tersebut.

Kemudian, kerabat keluarga itu yakni Ali Susanto menyuruh keduanya untuk datang ke rumahnya di Komplek Krakatau Resident, Jalan Krakatau Nomor 6 B pada Senin tanggal 17 Juli 2017 jam 11.00 wib. Tujuannya, untuk mendamaikan pasangan suami istri (pasutri) tersebut.

Saat itu, Ali Susanto menyuruh Pekerja Rumah Tangga (PRT) menyiapkan air minum untuk keduanya berupa dua gelas kopi panas. Namun, saat perbincangan berlangsung, bukan perdamaian disepakati. Malah terdakwa dan korban adu mulut hingga saling memaki.

"‎Korban berusaha untuk keluar dari rumah. Saat korban berdiri dengan tujuan hendak keluar dari dalam rumah Ali Susanto, tiba-tiba terdakwa mengambil gelas berisi kopi yang terletak di depan (di atas meja) dan langsung menyiramkan kopi tersebut ke arah badan korban. ‎Sehingga siraman kopi panas tersebut mengenai lengan tangan kanan, leher sebelah kanan punggung sebelah kanan dan tangan sebelah kiri korban yang mengalam luka memar," tandas JPU dari Kejari Medan itu.

Nur menyatakan, korban kemudian pergi menuju Rumah Sakit Colombia Medan untuk berobat. Atas perbuatan terdakwa tersebut, Carissa yang menjadi korban penganiayaan melaporkan ke Mapolrestabes Medan.‎

(muf)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini