nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Dua Sekolah di Mataram Terendam Banjir

ant, Jurnalis · Kamis 01 Februari 2018 10:22 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2018 02 01 340 1853060 dua-sekolah-di-mataram-terendam-banjir-X46ifSWSaB.jpg Ilustrasi

JAKARTA - Dua sekolah dasar di Kota Mataram, Nusa Tenggara Barat, terendam banjir dengan ketinggian air mencapai 35 Cm hingga 50 Cm.

Kepala Bidang Darurat dan Logistik Badan Penanggulangan Bencaan Daerah (BPBD) Kota Mataram I Made Gede Yasa di Mataram, Kamis mengatakan dua sekolah yang terandam banjir itu adalah SDN 47 dan SDN 17 Ampenan.

"Saat ini tim kami sedang turun melakukan peyedotan air dengan mesin untuk mengurangi debit air di dua lingkungan sekolah tersebut," katanya.

Ia mengatakan, selama dua hari ini siswa di dua sekolah telah diliburkan karena areal sekolah tidak memungkinkan untuk dilaksanakan proses belajar mengajar.

Sementara Kepala Dinas Pendidikan Kota Mataram H Sudenon yang dikonfirmasi saat memantau kondisi banjir di SDN 47 Ampenan mengatakan, sejauh ini pihaknya belum dapat memastikan sampai kapan siswa akan diliburkan.

"Dengan kondisi saat ini, kita tidak bisa memaksakan anak-anak sekolah. Lihat saja, areal sekolah saat ini dijadikan tempat bermain perahu oleh anak-anak," katanya.

Sudenom mengakui, banjir di areal sekolah ini memang kerap terjadi setiap tahun, dan sejauh ini belum dapat dilakukan upaya penanganan jangka panjang.

"Jelas bencana setiap tahun ini menganggu proses belajar mengajar, tapi mau dibilang apa kondisinya seperti ini," ujarnya.

Menurutnya, banjir yang menggenangi dua SD tersebut murni karena kondisi lokasi dua sekolah ini di bagian hilir dan cekung, sementara intensitas hujan dalam tiga hari terakhir cukup tinggi dan merata dari hulu hingga lihir.

"Karenanya, kita tidak bisa menghindari terjadinya genangan pada dua areal sekolah tersebut," katanya.

Terkait dengan itu, ke depan pihaknya berharap ada solusi permanen untuk menangani banjir di sekolah tersebut agar tidak menjadi masalah setiap tahunnya.

Sudenom berencana mengusulkan pembanguan sekolah panggung berbagai dua atau hingga tiga tingkat, sehingga ketika terjadi musim hujan anak-anak bisa tetap masuk sekolah.

"Untuk masalah teknis pembangunannya, kita yakin banyak orang-orang ahli di bidangnya bisa melakukan hal itu," ujarnya.

(ris)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini