nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

KPU Sukoharjo Gunakan Video Call untuk Verifikasi Faktual Parpol

Bramantyo, Jurnalis · Kamis 01 Februari 2018 03:04 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2018 02 01 512 1852973 kpu-sukoharjo-gunakan-video-call-untuk-verifikasi-faktual-parpol-OCciv36xZz.jpg ilustrasi

SUKOHARJO – Untuk mempersingkat waktu dalam melakukan verifikasi faktual terhadap partai politik (parpol), KPU Sukoharjo menggunakan video call guna berkomunikasi dengan pengurus partai yang berhalangan hadir saat proses verifikasi.

Peristiwa unik ini terjadi saat KPU Sukoharjo melakukan verifikasi faktual di kantor Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra) Sukoharjo, Rabu (31/1/2018).

Di saat yang bersamaan, dua pengurus yang masuk dalam struktural berlambang kepala burung garuda ini berhalangan hadir di kantor DPC Gerindra.

Keterangan dari Komisioner KPU Sukoharjo Bidang Sosialisasi, Yulianto Sudrajat, menyampaikan sesuai aturan KPU Nomor 6 Tahun 2018, video call diperbolehkan saat verifikasi faktual.

Menurutnya, pascaturunnya putusan Mahkamah Konstitusi (MK) nomor53/PUU-XV/2017 yang ditindaklanjuti dengan peraturan KPU maka video call diperbolehkan.

"Sesuai peraturan KPU Nomor 6 Tahun 2018, ini (video call) dibolehkan," jelasnya, Rabu (31/1/2018).

Akhirnya petugas dari KPU Sukoharjo melakukan panggilan melalui video call dan meminta dua pengurus parpol untuk menunjukkan KTP asli dan KTA (kartu tanda anggota) asli. KPU beralasan, penggunaan video call itu agar verifikasi faktual terhadap 12 parpol lama dapat selesai tepat waktu.

(Baca Juga: Nomor KTA Ketua Tak Cocok, Hanura Papua Tak Penuhi Syarat Verifikasi Faktual)

Sebab usai dikabulkannya gugatan uji materi Pasal 173 ayat 1 dan 3 Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2017 tentang Pemilu, KPU telah mengganti metode verifikasi faktual dari sensus ke metode sampling.

Sesuai tahapan, jadwal verifikasi faktual partai untuk tingkat kabupaten/ kota dilaksanakan selama 3 hari, mulai 30 Januari hingga 1 Februari dengan masa perbaikan selama tiga hari.

"Kita hanya akan menelusuri 5-10 persen dari setiap kepengurusan dan anggota dari tingkat pusat sampai kabupaten/kota," jelasnya.

Terpisah, Ketua DPC Gerindra Sukoharjo, Titik Suprapti membenarkan ada dua anggotanya yang berhalangan hadir saat verifikasi. Sehingga untuk mempersingkat waktu, dilakukan video call.

(Baca Juga: Soal Verifikasi Parpol, Bawaslu Siap Jalankan Amanah MK)

Ia menyampaikan, seluruh pengurus dan kader Gerindra Sukoharjo yang dilakukan verifikasi faktual sesuai data Sipol KPU , jumlah yang di sampling sekira 60 anggota. Seluruh anggota itu dapat hadir.

"Alhamdulillah, dari daftar nama yang diverifikasi semua sudah sesuai termasuk tadi ada dua pengurus yang diverifikasi melalui video conference," tutup Titik Suprapti.

(erh)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini