Image

Reka Ulang Kasus Pembunuhan Gara-Gara Bedak, Pelaku Peragakan 23 Adegan

Avirista Midaada, Jurnalis · Kamis 01 Februari 2018 12:17 WIB
https: img.okeinfo.net content 2018 02 01 519 1853117 reka-ulang-kasus-pembunuhan-gara-gara-bedak-pelaku-peragakan-23-adegan-JMZgrCoeip.jpg Nadia Fega memperagakan satu adegan saat membunuh Selinda. Foto Okezone

MALANG – Nadia Fega (18) menjalani proses rekonstruski kasus pembunuhan yang menewaskan Selinda Rismawati (16) dengan memperagakan 23 adegan.

Korban ditemukan dengan luka sayatan di Kawasan wisata Pantai Ngliyep, Desa Kedungsalam, Kecamatan Donomulyo, Kabupaten Malang pada 29 Desember 2017.

Proses reka ulang mengungkap bahwa korban dan pelaku terlibat cekcok. Bahkan Fena Selinda lebih dahulu yang mengancam pelaku dengan pisau. Pisau ini dibawa korban dari rumahnya untuk mencari buah markisa.

Dalam reka ulang itu, korban sempat mencekik pelaku dengan posisi tubuh pelaku di bawah. Pelaku yang melawan, berusaha mendorong korban dengan kedua kakinya hingga korban terjatuh. Setelah itu Nadia sempat bersandar di pohon pisang, sebelum korban bermaksud melempar batu ke arahnya.

Pelaku yang merasa terancam, mengambil pisau yang terlepas dari tangan korban. Pelaku mengarahkan pisau dua kali dan tangan dan leher korban. Fena pun ambruk.

Kasat Reskrim Polres Malang, AKP Adrian Wimbarda mengungkapkan, pelaku yang terancam akhirnya membunuh korban karena membela diri.

“Awalnya mereka memang sudah ada perselisihan paham, yang akhirnya berlanjut pada cekcok dan perkelahian. Akhirnya pelaku menghilangkan nyawa korban,” ungkap Adrian.

BACA: Sakit Hati Dianggap Bedak Dagangannya Busuk, Remaja Cantik Tega Aniaya Temannya hingga Tewas

Perselisihan keduanya bermula dari bedak yang dibeli Selinda dari Nadia Fega. Namun bedak tak kunjung diterima korban meski uang sebesar Rp110 ribu sudah dikirim ke pelaku. Korban pun mengejek kualitas bedak dagangan milik pelaku.

Pelaku akhirnya mendatangi rumah korban. Peristiwa ini juga diketahui oleh ayah korban. Ketika itu anaknya pamit untuk pergi ke cafe. Namun, Selinda ditemukan terluka di Kawasan wisata Pantai Ngliyep. Korban menghembuskan nafas terakhir saat dirujuk dari Puskesmas Donomulyo menuju RSUD Kepanjen karena luka parah

Nadia Fega dijerat dengan Pasal 338 KUHP dengan ancaman hukuman maksimal 18 tahun penjara.

(fzy)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini